Bontang

Absen Sekolah, Murid Dimintai Uang

Ada Dugaan Oknum Guru Lakukan Intimidasi

BONTANG – Dalam rapat kerja penyampaian tanggapan pemerintah daerah terhadap pemandangan umum fraksi DPRD atas nota keuangan dan Raperda APBD-P tahun anggaran 2017, sempat terjadi  interupsi. Interupsi terjadi usai Wakil Wali Kota Basri Rase membacakan tanggapannya.

Salah satunya yakni Ketua Fraksi Nasdem Bahktiar Wakkang. Ia mempertanyakan mengenai kejadian di bidang pendidikan di mana terdapat salah satu murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Bontang Selatan di minta uang oleh oknum guru, apabila si murid tidak masuk sekolah.

“Ada oknum guru, ketika murid tidak masuk, melakukan intimidasi kekerasan dengan cara meminta uang,” kata Tiar – akrab disapanya-.

Sebelumnya, ia mendengar informasi dari aduan masyarakat, seketika anggota legislatif dari daerah pemilihan Bontang Selatan ini langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), namun hingga sebelum rapat kerja urung juga tersambungkan. “Ini saya dapat keluhan dari orang tua murid,” ujarnya sembari mengangkat alat komunikasi yang ia gunakan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan yang tidak pantas dilakukan. Karena sudah mencoreng dunia pendidikan terlebih lagi dugaan sementara dilakukan oleh oknum guru yang erat kaitannya dengan figur keteladanan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengambil langkah tegas dengan meminta Disdik untuk turun tangan segera. Basri sepakat di dalam dunia pendidikan tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan karena akan menimbulkan dampak psikologi anak kedepan.

“Kita sepakat tidak ada kekerasan. Setiap tidak masuk membayar denda itu tidak diperbolehkan,” tutur Basri.

Ia berharap dalam waktu dekat permasalahan ini dapat diselesaiakan oleh Disdik. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali seperti semula. (*/ak)

Tags
Back to top button