Bontang

Sebagian Tubuh Stroke, Luka Bernanah di Bagian Bokong

Darmawati, Klien LK3 yang Butuh Uluran Tangan para Dermawan

Darmawati kini tak bisa apa-apa. Yang dia bisa lakukan hanya merintih kesakitan atas sakit yang dia rasakan.

Bambang, Bontang

Raga wanita paruh baya itu sejak 6 bulan terakhir hanya terbaris lemas tak berdaya di atas ranjangnya. Sebagian tubuhnya kini sudah tak berfungsi lagi lantaran terkena stroke. Punggunya mengalami luka lecet akibat tak pernah beranjak dari atas kasur. Ditambah bagian bokongnya yang mengalami luka yang telah membusuk akibat penyakit diabetes kering yang dideritanya, hal inilah yang menyebabkan dia sering merintih kesakitan. Akibatnya, ketika buang air kecil dan besar, Darmawati harus menggunakan pampres yang merupakan bantuan tetangga.

Sebulan terakhir ini, Darmawati harus dirawat intensif di RS PKT karena kondisinya yang semakin parah. Menurut keterangan suaminya, Munir, nanah yang berada di luka tersebut kini sudah merembet hingga ke ginjal istrinya. Sehingga Selasa (10/10) siang kemarin Darmawati harus menjalani operasi.

“Saat penyakitnya kumat yang pertama kali, dia hanya sakit dan dirawat biasa saja di rumah sakit. Saat kumat yang kedua ini, baru sampai parah sekali. Sebelumnya, istri saya ini juga sering jatuh baik di pasar maupun di rumah. Sudah ada enam kali jatuh,” ungkap Munir berusaha tegar.

Pasutri yang sudah 15 tahun menikah itu pun kini tak bisa berbuat banyak. Sang suami yang menggantungkan hidupnya pada jasa urut dan pijat panggilan itu kini tak sempat mengais rezeki lagi lantaran harus terus mendampingi sang istri. Kontrakan rumah yang mereka tempati di wilayah Gang Ende, RT 22, Kelurahan Loktuan itu sejak lima bulan terakhir juga belum dibayar. Beruntung, sang pemilik rumah masih memberi keringanan. Munir hanya diminta untuk membayar listrik dan airnya saja agar tidak diputus oleh pihak terkait.

“Untuk memenuhi kebutuhan lainnya, kadang utang ke tetangga untuk beli beras dan lauk. Kadang ada juga dikasih makanan dari tetangga,” tuturnya melirih.

Munir kini hanya bisa berharap, ada bantuan dari para donatur yang mau meringankan beban dirinya dan istrinya. Selain itu, dia pun mengaku siap menerima dengan apapun ketetapan dari-Nya.

Nur alam, Ketua RT 22 Loktuan saat dikonfirmasi media ini mengaku jika Munir-Darmawati merupakan warganya yang telah tinggal di RT 22 sejak 1 tahun terakhir. Nur alam berujar, jika 6 bulan pertama tinggal di wilayahnya pasutri yang tak dikaruniai anak itu berjalan normal seperti warga pada umumnya. Namun sejak sakit tersebut, aktivitasnya di luar rumah sudah tak pernah dijumpainya lagi.

“Dulu Sering jalan dari rumah ke pasar, saya lihat. Pernah juga jualan di pasar saya dengar,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, penjangkau LK3 Suratmi menuturkan, pihaknya sudah melakukan penjangkauan ke rumah klien hingga ke rumah sakit. Beberapa kebutuhannya seperti makanan dan kateter untuk BAB dan BAK juga sudah ada yang menanggung. Baik dari salah satu perusahaan maupun sumbangan dari tetangga sekitar rumahnya.

“Jaminan kesehatannya juga sudah ada menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Saat ini posisinya masih di rumah sakit. Kami masih terus memonitor,” tukasnya. (***)

Tags

Related Articles

Back to top button