Breaking News

Penegakan Perda Belum Maksimal 

Satpol Akui Kurang Personil

SANGATTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim) hingga saat ini belum dapat bekerja maksimal dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda). Itu terlihat, masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan warga, salah satunya berjualan di atas trotoar atau menggunakannya sebagai tempat parkir.

Ditemui baru-baru ini, Kepala Satpol PP Kutim Arif Yulianto mengaku, jika pihaknya belum bisa maksimal dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, jumlah personel yang dimiliki masih sangat terbatas.

“Jumlah personel kami saat ini baru104 orang. Sementara, selain menegakkan Perda, kami juga harus mengamankan aset daerah. Jadi masih jauh standar,” ucap Arif.

Menurut dia, jika melihat standar yang ditetapkan pusat, minimal sebuah kabupaten memiliki 400 personel Satpol PP. Artinya, dengan jumlah yang ada saat ini, Kutim masih kekurangan 296 personel. Itupun dari 104 personel yang dimiliki, 54 disiagakan untuk menjaga beberapa aset milik pemkab. Seperti pengamanan rumah jabatan, kantor bupati, dan kantor OPD.

“Jadi hanya 50 personel yang disiagakan untuk tindakan penertiban, termasuk melakukan pengamanan saat demo,” ucapnya.

Arif mengaku, memang tahun 2016 pernah dilakukan tes penerimaan untuk tenaga Satpol PP. Hasilnya juga sudah ada. Hanya saja, karena keterbatasan anggaran, sehingga hasil tes tersebut tidak bisa direalisasikan.

“Apalagi  kalau ingin masuk, syaratnya laki-laki tingginya minimal 160 centi meter dan perempuan 155 centi meter. Selain itu, wajib sehat fisik, mental dan rohani. Sehingga cukup berat juga,” ujar Arif.

Dia menambahkan, dengan jumlah 18 kecamatan, idealnya ditempatkan 10 personel Satpol PP. Sayangnya, sampai saat ini, hanya beberapa kecamatan saja yang sudah memiliki anggota Satpol PP. Dampaknya koordinasi dalam penertiban Perda di kecamatan pun sulit dilakukan.

“Harapan kami, semua kekurangan itu bisa dipenuhi secara bertahap,” tutupnya. (aj)

Tags

Related Articles

Back to top button