Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Di Tengah Tandusnya Anggaran Daerah, Kutai Timur Tumbuh

Published

on

Dibaca normal 4 menit

“Teluk Sangkulirang Airnya Tenang, memancing ikan di Tanjung Manis. Mari terus bekerja keras, walau anggaran makin menipis”

Herdi Jaffar, Sangatta

Pantun di atas menjadi penutup saat Bupati Kutim Ismunandar membacakan pidatonya di perayaan hari jadi Kabupaten Kutim, awal pekan ini. Lewat sajak itu, dia kembali memberikan penekanan agar aparatur terus bekerja keras meski kondisi keuangan daerah sedang sakit.

Sudah dua tahun belakangan, imun fiskal daerah terus melemah. Bahkan belum lama ini, anggaran daerah mendadak kena serangan jantung. Proyeksi Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) yang diketok dua pekan lalu ternyata defisit sebesar Rp 700 miliar. Kondisi fiskal yang terus menerus meriang itu disebabkan ketidakpastian ekonomi.Sebagai gambaran, capaian pertumbuhan ekonomi nasional hingga triwulan II tahun ini cuma tumbuh 5,01 persen (year on year) kondisi ini berimbas terhadap penerimaan daerah, terutama dari Dana Bagi Hasil (DHB).

Meskipun kemampuan fiskal sudah sesak nafas. Namun Ismunandar menegaskan pemerintah harus optimis di tengah cobaan tersebut. Yang bisa menjadi penawar adalah kerja keras dan inovasi. Makanya, Bupati tak ingin mendengar pegawai menjadikan defisit sebagai alasan tak mampu menunjukkan performa maksimal.

“Kondisi saat ini harus disikapi dengan bijak dan diperlukan berbagai upaya, agar stabilitas penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan tetap terjaga,” kata Ismunandar.

Jika melihat hasil dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Kutim 2006-2025, saat ini pembangunan berada pada skenario Kutai Timur Tumbuh. Kata Bupati, hal tersebut menggambarkan bidang pembangunan tumbuh secara selaras. Kendati demikian, dia mengatakan ada beberapa tantangan dalam percepatan pembangunan di Kutim. Di sektor ekonomi misalnya yang dipengaruhi oleh konektivitas antar wilayah.

“Peningkatan panjang dan kualitas jaringan jalan merupakan prioritas utama karena multiplier effect yang besar. Makanya akan dibangun dengan skema multy years. Rencana ini juga sudah disetujui legislatif,” terangnya.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca