Advertorial

Jalan Utama Sangkulirang Butuh Perbaikan

SANGATTA – Sejumlah titik di jalan poros utama Sangkulirang mengalami kerusakan. Jalan tersebut  hancur  dan berlubang di berbagai titik. Kondisi itu tentu saja dikeluhkan masyarakat setempat.

Sekretaris Komisi A DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan kondisi jalan saat dia menggelar reses di wilayah tersebut. Bahkan dari pengamatannya secara langsung, Agus menilai ada beberapa jalan yang harus diperbaiki sesegera mungkin, khususnya jalan yang berada di Tanjung Harapan, Desa Benua Baru Ilir hingga Banua Baru Ulu. Antara lain, Jalan Hangtuah, P.Sudirman, Kadrie Oening, dan Jalan Hasanuddin.

“Empat jalan ini terletak di Jalan Utama Sangkulirang. Kondisinya rusak dan berlubang. Butuh perbaikan,” katanya saat dihubungi Senin (30/10) kemarin.

Kondisi empat jalan tadi terlihat kontras dengan jalan lainnya di wilayah tersebut. Karena jalan yang lain boleh dikata sudah mulus. Makanya jalan itu seharusnya menjadi prioritas untuk diperbaiki. “Bahkan jalan yang lain sudah dicor lalu di-overlay dengan aspal. Tapi jalan yang saya sebutkan tadi masih rusak. Sangat tidak sejajar, dan mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Tampak pula Agus menyapa beberapa siswa untuk memberikan motivasi.

Agus mengatakan warga sudah bolak-balik mengajukan usulan perbaikan di berbagai kesempatan. Salah satunya di di Musyawarah Rencana Pembangunan di wilayah (Musrenbang) tingkat kecamatan. Namun hingga kini belum diperbaiki.  “Beberapa tahun terakhir sudah disampaikan lewat musrenbang, tapi belum diperbaiki. Makanya kami siap mendorong agar perbaikan bisa secepatnya terealisasi,” sambungnya.

Persoalan lain yang menjadi aspirasi warga, sambung Agus, belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang representatif. Ditambah dengan sistem pengelolaan sampah yang belum maksimal.

“Saat ini sampah rumah tangga diangkut dengan mobil pick-up. Kondisi sekarang sudah tidak sanggup memback-up. Informasi dari pihak kecamatan, TPA yang digunakan saat ini masih berupa lahan yang dimiliki masyarakat. Maka perlu dibangun yang lebih representatif,” ujarnya.

Disinggung mengenai kabar pembangunan TPA yang disinergikan dengan CSR perusahaan, Agus mengaku belum menerima info tersebut. Namun jika hal itu benar akan dilaksanakan, dia mengaku memberikan dukungan penuh. “Kalau memang pemerintah berencana membangun dengan bantuan CSR perusahaan, tentu kami sangat mendukung langkah pemerintah itu,” tuturnya. (hd/adv)

Tags

Related Articles

Back to top button