Bontang

Neni Serahkan Sumbangan dari Kemensos

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyempatkan memberikan bantuan dari Kementerian Sosial (kemensos) RI kepada 2 penerima. Bantuan tersebut diharapkan bisa mengurangi beban penerima, karena diberikan secara tunai. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang juga memastikan tidak ada pemotongan.

Usai menyelesaikan pekerjaannya, Neni segera mendatangi rumah Kopral Abu, yang tinggal di wilayah RT 32 Kelurahan Tanjung Laut. Kopral Abu pernah masuk militer saat tinggal di Sulawesi Selatan puluhan tahun lalu. Saat ini, dirinya hanya tinggal sendirian di dalam gubuk sederhana. Neni pun berbincang sebentar dengan Kopral Abu sembari memberikan bantuan uang tunai yang berasal dari Kemensos RI sebesar Rp 1,6 juta.

“Ini disimpan ya uangnya, ada bantuan dari pemerintah pusat,” ujar Neni kepada Kopral Abu, Selasa (7/11) lalu.

Dalam perbincangannya, Neni mencoba mengetes penglihatan Kopral Abu, karena mengaku sudah mulai kabur penglihatannya. Oleh karena itu, Neni pun menginstruksikan kepada Dissos-P3M untuk memeriksakan penglihatan Kopral Abu.

Selanjutnya, Neni mengunjungi rumah salah satu penyandang disable di wilayah RT 16 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kediamannya berada di rawa-rawa dekat dengan laut. Akses menuju ke rumahnya pun cukup sulit, karena hanya melewati tanah timbunan yang basah terkena air hujan.

Sesampainya disana, Neni melihat ke sekeliling rumah. Dirinya melihat penyandang cacat yang masih anak-anak dengan kisaran umur 10 tahun, sedang terbaring tak berdaya di kasurnya.

“Ini buang air kecil (BAK) di sini (kasur, Red) juga kah?,” Tanya Neni pada ibunya.

Khusus untuk disable, bantuan yang diberikan sebesar Rp 1,2 juta selama 4 bulan, karena disable mendapat bantuan sebesar Rp 300 ribu perbulannya.

Dikatakan dia, bantuan yang diberikan merupakan program pemerintah pusat yang diberikan kepada 13 penyandang sosial. Didalamnya terdapat lanjut usia (lansia), disable atau cacat, serta fakir miskin.

Ditambahkan Kadissos-P3M Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, bantuan yang diberikan untuk penyandang cacat sebanyak Rp 300 ribu perbulan. Sementara untuk lansia diberikan Rp 200 ribu perbulan. Bantuan tersebut sifatnya tunai dan dirinya memastikan tidak ada potongan dari pemerintah.

“Bantuan ini diberikan selama 10 bulan dalam setahun, kami pastikan ini tidak ada pemotongan. Namun untuk pemberiannya tunggu turun (cair, Red) dari pusat,” ungkapnya.

Safa juga mengatakan, tahun ini sudah tahun kedua penerimaan bantuan. Total yang menerima sebanyak 28 lansia dan 9 penerima cacat. Bagi lansia, bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sementara bagi penyandang cacat bisa digunakan untuk membeli mainan jika masih anak-anak.

Safa berharap, dari bantuan yang diberikan Kemensos ini dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai kebutuhan penerima, sehingga bisa mengurangi sedikit bebannya. Dirinya juga berharap jika pusat memberikan kuota tambahan, maka pihaknya akan memperlebar sasaran penerimanya.

“Dan yang paling penting disini, bantuan ini saya jamin tidak ada pemotongan dan diberikan secara tunai,” pungkasnya.(mga)

 

 

 

Tags

Related Articles

Back to top button