Kaltim

Penerima Beasiswa Mesti Didata

SAMARINDA – Keberadaan para penerima beasiswa dari Pemprov Kaltim menjadi perhatian DPRD Kaltim. Dalam hal ini, pemberian beasiswa kapada para pelajar dan mahasiswa Kaltim perlu didata sehingga dapat terdeteksi dengan baik muaranya.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Siti Qomariah menuturkan, para penerima beasiswa semestinya bisa memberikan feedback atau umpan balik kepada daerahnya. Artinya, setiap sumber daya manusia (SDM) yang dibiayai pemprov bisa memberikan kontribusi dalam membangun Kaltim.

“Yang dikhawatirkan kalau para penerima beasiswa ini lalu pindah ke daerah lain. Sayang kan. Jadi kita membiayai saja tanpa menerima feedback-nya,” terang Qomariah kepada Metro Samarinda.

Menurutnya beasiswa yang diberikan pemprov mesti bisa menghasilkan SDM yang ikut berkarya di Kaltim. Karena diakui, dalam pembangunan di Kaltim yang tengah gencar dilakukan, butuh tenaga dan SDM yang berkualitas. Untuk itu dia meminta agar dalam setiap pemberian beasiswa untuk dapat didata.

“Maksudnya dideteksi, diprioritaskan yang mana yang harus lebih diprioritaskan. Yang mana yang bisa menghasilkan yang produktif. Paling tidak berguna terhadap pembangunan di Kaltim,” tambahnya.

Politisi PAN ini menyebut, selama ini tidak diketahui secara pasti apakah beasiswa dari pemprov ikut berperan dalam kemajuan Kaltim. Kata dia, ada penerima beasiswa yang memberikan sumbangsih terhadap Bumi Etam, namun di sisi lain ada juga yang tidak. Karena itulah keberadaan data beasiswa ini ini penting untuk dimiliki.

”Kalau kita punya catatan, punya data yang akurat, kan enak kita membicarakannya. Tapi kalau kira-kira saja kan agak susah, bisa rancu,” ujar Qomariah.

Data yang diperlukan ini, sambungnya, meliputi berapa jumlah penerima beasiswa dan ke mana saja tujuan belajarnya. Apa saja fasilitas yang diberikan dan apakah pemberian beasiswa tersebut terukur atau tidak. Karena menurutnya kalau berbicara segala sesuatu haruslah terukur. Agar dapat dinilai suatu program itu berhasil atau tidak

“Sehingga diketahui mana yang perlu diberi, mana yang tidak. Diketahui mana yang prioritas, mana yang bukan. Jadi dipilah-pilah,” jelasnya.

Pendataan ini menurut Qomariah sangat diperlukan. Sehingga segala sesuatunya menjadi terdata, terdeteksi, dan terukur. Karena bila ada data, bisa diukur mana saja yang yang menghasilkan, produktif, dan berhasil. “Anggaran kita ini kan berbsis kinerja. Oleh karena itu kita lihat kinerjanya. Kalau memang harus diprioitaskan ya harus diprioritaskan,” pungkas Qomariah. (luk)

Tags

Related Articles

Back to top button