Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

BPK Tegur Pemprov

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim menegur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Kamis (21/12) kemarin. Dalam hal ini, BPK menyimpulkan bahwa masih ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam penyelenggaraan pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang profesional.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Perwakilan BPK RI Kaltim, Hermanto menuturkan, hal-hal tersebut di antaranya pemprov dianggap belum sepenuhnya mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan. Pun, dalam pengangkatan guru honorer, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, pemprov dianggap belum berpedoman pada standar kompetensi guru.

“Contohnya ada tenaga pendidik yang diangkat bukan melalui kepala dinas. Dalam pengangkatan tenaga pendidik ini juga tidak memiliki prosedur. Padahal ada standar-standar yang perlu diikuti tenaga pendidik untuk mengikuti sertifikasi,” urai Hermanto dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan Dengan Tujuan Tertentu di Kantor BPK Kaltim, Jalan M Yamin, Samarinda kemarin.

Pemprov juga disebut belum sepenuhnya melakukan upaya mendukung peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Termasuk juga dalam hal kesejahteraan, pemprov dianggap belum sepenuhnya memadai dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

“Selain yang bersumber dari pemerintah pusat yaitu tambahan penghasilan dan tunjangan khusus. Padahal saya yakin bisa dibantu dari APBD Kaltim, tinggal bagaimana cara dalam mengelolanya,” tambah dia.

Menurut Hermanto, permasalahan yang dialami Kaltim merupakan kasus yang sama dengan yang dialami daerah-daerah lain di Indonesia. Dalam hal ini, BPK melakukan audit kinerja pendidikan ke seluruh Indonesia. Permasalahan ini harus menjadi perhatian pemprov agar ke depan para generasi penerus bangsa dapat memperoleh pendidikan yang lain.

“Sehingga bisa bersaing dengan daerah lain,” sambung Hermanto.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca