Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

DPD LDII Bontang Gelar Kopdar  

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bontang isi momen akhir tahun dengan kegiatan Kopi Darat (Kopdar), Minggu (31/12) lalu. Bertempat di Pondok Harmoni, Bukit Pasir RT 26, Kelurahan Gunung Telihan.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD LDII) bersama generasi penerus (generus) LDII Kota Bontang mengemas kegiatan bertajuk Kopdar Generasi Jaman Now Generus LDII Kota Bontang, dengan tema “Jauhi Narkoba, Jadi Generus Berprestasi”.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bontang H Sulaiman, Camat Bontang Barat Sutrisno, Lurah Gunung Telihan Viki Rizqi Riadis, tokoh masyarakat, hingga warga LDII Kota Bontang.

Acara tersebut dihadiri lebih dari 250 peserta dari Generus LDII se-Kota Bontang. Dibuka dengan penampilan Seni Pencak Silat Persinas Asad, Tahfiz Alquran oleh Gunawan Syahputra Bin Jumarding. Dilanjutkan acara utama, yakni Sosialisasi Anti Narkoba disampaikan oleh pemateri IPTU (Purn) Nanang Budi, mantan Wakapolsek Bontang Utara.

Ketua DPD LDII Kota Bontang H Anton Kuswanto, S.Si dalam sambutannya memaparkan, LDII Kota Bontang memilih kegiatan bermanfaat dengan melakukan penyuluhan bahaya narkoba serta menggelar pengajian akhir tahun. Dengan tujuan untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menguatkan diri dari sisi ibadah dan melakukan doa bersama.

“Dari pada merayakan tahun baru di luar, cenderung pemborosan, menambah kemacetan dan tidak membangun karakter Islami. Momen malam tahun baru menjadi kesempatan seluruh warga LDII untuk bonding, berkumpul mempererat hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, sesama warga internal, maupun lingkungan Pondok Harmoni,” terangnya.

Momen ini menjadi salah satu cara untuk membangun karakter dari krisis moral seperti di negeri ini. LDII sangat peduli dengan perkembangan perilaku sosial, lunturnya nilai, keyakinan, dan pola pikir yang dapat merusak akhlak yang harus dicarikan jalan keluarnya. “Kita tidak boleh melakukan pembiaran perilaku jahiliyyah. Tantangan berat bagi generasi muda adalah melawan  pengaruh lingkungan sosial. Karena itu, pembekalan agama dan pembinaan akhlak sebagai pondasi perilaku faqih agama, akhlakul karimah, mandiri, kreatif, dan inovatif,” harap dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca