Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Samarinda

Daging Sapi Lokal Kalah Saing

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pedagang daging sapi Samarinda mengeluhkan perbedaan harga antara daging sapi lokal dan impor. Pasalnya, harga daging sapi lokal lebih mahal ketimbang harga daging sapi impor. Akibatnya, daging lokal kalah saing dengan daging impor.

Harga daging sapi lokal pekan ini mencai Rp 125 ribu perkilogram (kg). Sedangkan harga daging impor hanya Rp 100 ribu. Perbedaan harga ini karena persediaan daging impor jauh lebih banyak ketimbang daging lokal.

“Padahal setiap kilo, daging impor itu beratnya hanya delapan ons. Tidak sampai sekilo. Karena daging impor itu dibekukan, makanya lebih berat. Padahal kalau sudah dijual, enggak sampai sekilo,” kata pedagang di Pasar Pagi Samarinda, Abdul Wahab (44), Sabtu (13/1) kemarin.

Diakui Wahab, sudah tiga tahun terakhir Samarinda diserbu daging impor.  “Daging impor ini berasal dari Australia dan India. Kami yang sudah biasa jual daging lokal kadang merugi karena tidak mampu bersaing dengan penjual daging impor,” ujarnya.

Dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengurangi impor daging sapi. Pembatasan dilakukan agar daging sapi lokal bisa terjual di pasar. “Kalau tidak segera dikurangi, maka kami akan terus merugi. Sekarang kami sepi pembeli,” bebernya.

Berbeda dengan harga daging sapi yang dikeluhkan pedagang, harga ikan di Pasar Pagi mengalami penurunan.  Misalnya harga Ikan Kakau pekan lalu Rp 66 ribu/kg, sekarang menurun jadi Rp 55 ribu/kg.

“Cumi-cumi juga turun harganya. Minggu lalu dijual Rp 70 ribu/kg. Sekarang hanya Rp 60 ribu/kg. Rata-rata harga ikan turun karena harga di distributor turun. Pembeli juga berkurang. Mungkin karena tahun baru sudah lewat,” jelas Jafar (29).

Jafar mengaku, stok ikan yang tersedia lebih banyak ketimbang yang terjual. Hal ini mengkhawatirkan karena daya tahan ikan hanya sampai sehari. “Makanya kami dinginkan ikan dengan es batu. Jadi bisa tahan lama,” katanya.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca