Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Difteri Terus Menyebar, Pemerintah Akan Segera Tetapkan KLB 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Wabah difteri di Kota Samarinda semakin meluas. Sampai Sabtu (13/1) kemarin, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie (AWS) sudah merawat 21 orang pasien. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sudah mendapatkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, supaya ada perhatian khusus terhadap penyebaran virus difteri di Kota Tepian.

“Sudah lima orang yang dipulangkan karena sudah sembuh. Sedangkan sisanya sedang di rawat di rumah sakit AWS,” ujar Kasi Promkes Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani.

Dengan adanya pasien yang dinyatakan sembuh, Deasy menegaskan bahwa penyakit difteri bisa diobati. “Masyarakat tidak perlu takut, tapi tetap waspada. Memang benar penyakit ini berbahaya, tetapi bisa disembuhkan. Saya himbau masyarakat untuk menerapkan hidup sehat, supaya tidak tertular virus difteri,” imbuhnya.

Walaupun pasien difteri terus meningkat, sampai saat ini pemkot  belum menetapkan KLB. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang beralasan, pemerintah urung menetapkan KLB karena masih menunggu uji bakteri biakan (kultur) yang dilakukan tim laboratorium dari Surabaya. Jika uji kultur sudah diketahui, maka pemerintah akan segera menetapkan KLB.

“Kami masih menunggu uji kultur dari Surabaya. Tunggu saja. Hari Senin kami akan rapatkan. Kami bicarakan lebih dulu. Bagaimana proses penetapan KLB ini. Jika sudah laik, kami akan segera menetapkan KLB,”  ujar Jaang.

WASPADA DIFTERI: Sabtu (13/1) kemarin, Pemkot Samarinda membagikan 12 ribu masker kepada pengguna jalan di perempatan Mal Lembuswana. Pembagian masker ini sebagai simbol kewaspadaan dini terhadap virus difteri.(Mubin/Metro Samarinda)

Disinggung soal anggaran KLB, dia mengaku sudah menyediakan anggaran untuk membiayai pelaksanaan KLB difteri. Anggaran tersebut akan digunakan untuk imunisasi massal dan sosialisasi bahaya difteri.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca