Breaking News

IPAL Pasar Induk Rusak, Tak Bisa Kelola Limbah

SANGATTA – Ativitas dipasar tentu menyisahkan limbah. Untuk itu Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) diperlukan untuk mengelohnya. Di Pasar Induk Jalan Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara jiga memiliki IPAL, tapi sayang sekarang alat tersebut rusakan. Akibatnya limbah tidak dapat diolah.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pasar Bohari menjelaskan, alat IPAL berfungsi untuk mengolah limbah air maupun sampah yang beredar di pasar khusus yang melewati irigasi atau got. Lewat alat ini air yang kotor dapat kembali jernih sehingga bisa dibuang keselokan atau parit di luar pasar.

“Mesin penyedotnya rusak, sudah kita anggarkan. Semoga segera disetujui ditengah keadaan keuangan defitsit seperti ini,” ujar Bohari di kantornya, Kamis (18/1).

Dia pun menambahkan, selain dukungan IPAL, jaringan irigasi atau got di pasar juga mesti dibenahi. Terutama area penjualan ikan dan daging, Pasalnya, di sana paritnya berukurang kecil karena di lokasi iyu harusnya mejadi area pasar sayur, namun sekarang pasar ikan. Sehingga selokan berukuran selebar papan itu kerap mengalami penyumbatan. Sama halnya got bawah tanah yang ada di dalam pasar yang sudah lama buntu.

“Ukuran parit kecil. Karena dulu di situ peruntukanya bukan pasar basah tapi untuk sayuran,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya segera berkonsultasi terkait pembenahan pasar agar lebih refresentatif dan tertata. Perlahan para pedagang kembali didata agar dalam penarikan retribusi sebagai penambah PAD bisa ditingkatkan.

“Pedangan pelahan didata karena sejumlah lapak nampak kosong,” terangnya.

Seperti diketahui IPAL bertujuan mengumpulkan limbah air dan sampah. menyaring kemudian membersihkan air yang sudah tercermar. Hasilnya air dari IPAL kembali jernih seperti air pada umumnya. Sehingga jika dilepas kegot atau sungai bisa digunakan kembali sesuasi kebutuhan. Tidak mencemari air sungai lain dan biota-biota yang ada disungai.

Pengelola Barang UPT Pasar Alyusni menambahkan IPAL dipasar iduk sudah cukup memadadai. Tanki yang ada cukup menampung dari sampah maupun air limbah.

“Didalam tangki itu terbagi. ada untuk sampah dan air limbah. 3 sampai 4 hari sampah kita ambil, dan air limbah yang sudah jernih kita lepas ke got besar,” ungkapnya. (hd)

Tags

Related Articles

Back to top button