Kaltim

Kota Tepian Dilirik Tiongkok 

SAMARINDA – Sebuah perusahaan asal Tiongkok bernama Xiejiang berencana melakukan investasi besar-besaran di Kota Tepian. Sektor yang hendak digarap perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut bukanlah sektor unggulan seperti batu bara atau minyak dan gas (migas). Melainkan masalah persampahan di Samarinda.

Perusahaan Xiejiang berencana mengolah sampah di ibu kota Kaltim menjadi minyak dan energi pembangkit listrik. Dana segar sebesar USD 300 juta atau senilai Rp 4,5 triliun akan digelontorkan perusahaan yang bergerak di sektor green energy technology tersebut.

Rencana investasi mega anggaran itu diungkapkan oleh Asisten II, Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Endang Liansyah, ketika disambangi sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (23/1) kemarin.

“Perusahaan ini (Xiejiang, Red.) menawarkan investasi 100 persen. Nantinya semua anggaran pengolahan sampah ditanggung mereka. Termasuk lahan dan operasional perusahaan,” jelas lelaki yang karib dengan kaca mata tersebut.

Ia menerangkan, perusahaan Xiejiang tersebut telah berdiri cukup lama di negara China, atau tepatnya tahun 1996 silam. Jika nanti rencana kerja investasi jadi dilakukan, maka setiap harinya perusahaan Xiejiang akan mengelola sampah di Samarinda hingga 500 ton hingga 1.500 ton setiap harinya.

“Di Samarinda sendiri, setiap harinya bisa menghasilkan hingga 800 ton. Kalau melihat kebutuhan perusahaan itu, ya saya kira ketersediaan sampah di Samarinda untuk bahan dasar perusahaan cukup memadai,” tuturnya.

Posisi Pemkot Samarinda dalam kerja sama tersebut nantinya yakni membantu proses pemberian perizinan, serta pemberian rekomendasi lokasi tempat operasional perusahaan. Proses pemberian izin baru akan dilakukan setelah perusahaan terkait menyampaikan profil dan tawaran kerja sama investasi.

Sesuai gambaran awal pemerintah, sambung dia, terdapat dua lokasi yang nantinya bisa digunakan. Pertama di Kelurahan Simpang Pasir Palaran. Kedua di Kecamatan Samarinda Seberang. Pasalnya di dua daerah itu memiliki potensi batu bara berkalori rendah.

“Karena di dua kecamatan itu potensi batu bara berkalori rendah, bisa dimanfaatkan perusahaan sebagai pengganti bahan baku bila terjadi kekurangan pasokan sampah. Soalnya, batu bara berkalori rendah bisa diolah jadi minyak dan energi listrik,” ujarnya.

Dia menyebut, dari kerja sama tersebut, Samarinda akan mendapatkan dua keuntungan besar. Pertama kontribusi minyak dan energi listrik. Kedua setoran pajak yang berasal dari perusahaan juga akan ikut meningkat. Karenanya, pemkot sangat menyambut baik rencana investasi ini.

“Kami tidak keberatan. Karena banyak keuntungan yang didapatkan Samarinda. Nanti perusahaan Xiejiang ini bisa bekerja sama dengan PLN untuk kontribusi energi listrik, sehingga kebutuhan listrik di Samarinda bisa terpenuhi,” tandasnya. (*/um/drh)

Tags

Related Articles

Back to top button