Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

“Religi Center Jadi Simbol Persatuan”

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SAMARINDA – Menjaga kemajemukan masyarakat Kaltim dinilai cukup penting. Selain dengan mengeratkan hubungan dan jalinan komunikasi di antara lintas agama, keberadaan suatu simbolis juga dirasa penting. Salah satunya yakni dengan membangun Religi Center sebagai lambang toleransi umat beragama.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda, Masdar Amin menilai keberadaan Religi Center cukup penting di ibu kota Kaltim. Pasalnya, bangunan tersebut menjadi simbol perdamaian dan kerukunan antar umat beragama di Benua Etam.

“Saya berharap dengan adanya Religi Center menciptakan kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Saya yakin, semua elemen masyarakat akan mendukung pembangunan tersebut,” tutur Masdar ditemui Metro Samarinda belum lama ini.

Dia menjelaskan, dalam pembangunan Religi Center akan ada beberapa bangunan rumah ibadah. Antara lain, masjid, gereja kristen katolik, pura, vihara, dan klenteng. Bangunan tersebut akan menjadi simbol persatuan dan kerukunan di antara lima agama besar yang diakui pemerintah Indonesia.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh lintas agama membahas pembangunan Religi Center ini. Bahkan kami sudah berbicara mengenai teknis anggaran dan posisi bangunan,” ungkapnya.

Rencananya, Religi Center akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare di Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda. Pembangunan obyek religi ini diperkirakan akan memakan banyak anggaran, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda maupun dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

“Masalah anggaran kami serahkan kepada Pemkot Samarinda. Tapi kami usahakan masing-masing umat agama juga memberikan kontribusi pendanaan. Sehingga anggaran tidak hanya dibebankan kepada pemerintah,” katanya.

“Kalau hanya mengharapkan anggaran dari pemkot saja, maka pembangunan Religi Center ini akan lambat. Karena kondisi keuangan daerah sedang minim, jadi butuh bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat,” sambungnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca