Zona Rawan Konflik di Perkotaan 

Bawaslu Intensif Sosialisasi, Waspadai Isu Sara 

SAMARINDA – Kawasan perkotaan bakal mendapatkan perhatian serius dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Selain menjadi daerah padat penduduk, daerah perkotaan juga menjadi pusat keberagaman masyarakat.

Selain itu, potensi gesekan politik di antara para calon gubernur dan wakil gubernur juga sarat akan kepentingan. Karenanya, ketika kepentingan politik tidak dikelola secara bijak, maka dapat menimbulkan konflik. Terutama berkenaan dengan masalah agama, ras, dan suku.

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, daerah perkotaan seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang pada Pilgub ini akan mendapatkan perhatian serius Bawaslu Kaltim. Terutama melalui aparat kepolisian atau Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Konflik terjadi ketika salah satu kelompok melakukan kecurangan. Biasanya di daerah perkotaan, masyarakatnya memiliki sensitifitas yang lebih tinggi, karena masyarakat perkotaan sangat beragam,” kata Ketua Bawaslu Kaltim, Saiful Bahtiar, Jumat (2/2) kemarin.

Menurut dia, potensi konflik pada Pilkada muncul karena beberapa faktor. Antara lain, kampanye hitam (black campaingn) melalui isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Isu ini muncul ketika paslon tidak bijak dalam berpolitik.

Dia menilai, bercermin dari penyelenggaraan Pilkada di beberapa daerah lainnya, kampanye politik melalui isu SARA oleh sebagian kelompok masih kerap digunakan untuk menarik simpati dari salah satu golongan masyarakat, agama, atau suku.

“Tetapi saya lihat masyarakat perkotaan di Kaltim sudah dewasa menyikapi keberagaman. Sepertinya Pilgub ke depan akan dinamis, karena pemilih lebih mengedepankan prestasi dan kompetensi paslon ketimbang suku atau golongan,” ucapnya.

Saiful menginginkan, setiap paslon mengedepankan program kerja, serta visi dan misi dalam menggaet simpati pemilih. Selain itu, mengedepankan edukasi politik sangat penting untuk mewujudkan demokrasi yang berkeadilan di tanah Benua Etam.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept