Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Dibotaki dan Masukkan Pesantren

SANGATTA – Pemkab Kutim akan segera merealisasikan hukuman gundul di tempat, bagi pelaku ngelem dan mabuk-mabukkan yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Hukuman ini dibuat agar pelaku semakin jera.

Sanksi sosial ini diterapkan, lantaran Pemkab Kutim mulai bosan dengan ulah sebagian generasi zaman now.

Meskipun ditangkap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim, akan tetapi mereka tak kunjung jera, bahkan semakin merajalela.

“Ada usulan, kalau ketangkapan ngelem akan digundul kepalanya. Kalau melakukan  lagi,  digundul lagi.  Begitu seterusnya,” ujar Wakil Bupati Kasmidi.

Sanksi nasihat  serta keliling bangunan, dan cuci WC sudah diterapkan oleh Satpol PP. Hanya saja belum memberikan efek jera.

Metode cukur gundul inilah diharapkan menjadi solusi terbaik bagi generasi muda saat ini.

“Mungkin ini salah satu solusi. Karena mau dipenjara dianggap melanggar HAM.  Apalagi memang diakui belum ada aturan terkait sanksi bagi mereka,” katanya.

DIGUNDULI: Para pelaku saat terjaring razia Satpol PP beberapa waktu lalu. (Dok Sangatta Post)

Berbeda dengan usulan Polres Kutim, AKBP Teddy Ristiawan, yang mengusulkan agar dimasukkan ke dalam pesantren.

“Kalau saya masukkan saja dalam pesantren,” katanya.

Pesantren  dianggap wadah jitu untuk membentuk anak agar memiliki akhlak yang baik.

“Paling baik memang dimasukkan dalam pesantren.  Sehingga mereka  berperilaku baik. Tidak ngelem,  ataupun mabuk mabukan,” katanya. (dy).

Tags

Related Articles

Comment

Back to top button