Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Daftar SD Pakai Sistem Online

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Pendaftaran Sekolah Dasar (SD) untuk tahun ini akan menggunakan sistem online. Sehingga, para orang tua tidak harus bolak-balik ke sekolah dan hanya tinggal melihat di website Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online yang akan dibuka mulai Juni mendatang.

Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang Badi mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pihak kelurahan dan kecamatan. Hal tersebut dilakukan sebagai kompromi terkait dengan penetapan umur dan zona terdekat serta zona pilihan. “Setiap wilayah dibentuk beberapa zona beserta sekolahnya,” jelas Badi saat ditemui di ruangannya, Selasa (13/2) kemarin.

Kata dia, pemetaan zonasi itu dilakukan berdasarkan peta dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Bontang. Jika anak telah memenuhi syarat dari umur dan zona, maka para orang tua bisa langsung mendaftarkannya. Persyaratan yang harus dibawa yakni Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, serta Kartu Menuju Sehat (KMS). Nantinya, di setiap sekolah akan disediakan operator, sehingga orang tua tidak perlu repot. “Tetapi jika ingin mendaftar di rumah pun bisa, karena tujuan PPDB online ini untuk memudahkan dan efisiensi waktu,” ujarnya.

Terkait persyaratan umur yang harus 7 tahun ini, dijelaskan Badi sesuai dengan Permendikbud nomor 17 tahun 2017. Di dalamnya terdapat anak usia 7 tahun wajib diterima dan usia paling rendah ialah 6 tahun pada 1 Juli tahun berjalan. Tetapi, nantinya itu juga disesuaikan dengan kuota sekolah jika masih kosong maka bisa diterima. “Karena usia anak akan tersingkir dengan sendirinya di sistem PPDB online ini,” imbuhnya.

Jika anak kurang dari 6 tahun, Badi menyebut perlu ada surat rekomendasi dari psikolog profesional atau dewan guru jika tidak ada psikolog bahwa anak tersebut memiliki kemampuan atau kelebihan. Karena perlu diketahui, anak usia kurang dari 6 tahun jika pun dipaksa masuk SD swasta maka tidak terdata dalam Dapodik. Hal ini tentu akan menyulitkan di kemudian hari, karena anak tersebut tidak dapat mengikuti ujian nasional (UN) kelas 6. “Makanya saya sudah sosialisasikan terkait umur ini di sekolah-sekolah swasta, untuk Yabis sudah mengikuti, sisa sekolah swasta lainnya,” ungkapnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca