Kaltim

Si Jago Merah Membara di Teluk Lerong 

SAMARINDA – Si jago merah kembali mengamuk di Kota Tepian, Selasa (6/3) kemarin. Sebanyak sembilan rumah yang berlokasi di Jalan Cendana, RT 17, Gang 5, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang ludes terbakar. Api diduga akibat hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

Informasi dihimpun, api pertama kali muncul sekira pukul 12.15 Wita, tepatnya di rumah salah seorang warga bernama  Nanang. Api tersebut diketahui pertama kali muncul dari dalam bilik kamar. Ketika itu, kobaran api sudah terlihat cukup besar.

Hanya berselang beberapa menit kemudian, api sudah menyambar rumah lain yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekira pukul 12.30 Wita. Sebanyak enam unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakan api.

Jalannya proses evakusi dan pemadaman sempat terhambat akibat jalan menuju lokasi yang terbilang cukup kecil dan sempit. Setelah bahu membahu dengan masyarakat, petugas baru berhasil menjinakkan api sekira pukul 13.30 Wita.

KEBAKARAN: Samarinda kembali berkobar. Setidaknya sembilan rumah dilahap si jago merah. Saksi mata memastikan, api berawal dari korsleting listrik.(FOTO-FOTO/MUBIN/METRO SAMARINDA)

Akibat dari kejadian itu, sembilan Kepala Keluarga (KK) dengan 43 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kerugian ditaksir mencapai puluhan milar akibat insiden tersebut. Namun beruntung, dalam kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa.

Seorang saksi mata yang juga pemilik rumah yang terbakar, Nanang Thalhah (45) menuturkan, sebelum kebakaran terjadi, dirinya sedang berada di ruangan tamu beserta dua menantu, anak, dan cucunya. “Kami sedang berada di ruangan tamu. Saya duduk dengan menantu dan anak-anak. Saat itu menantu saya mau masuk dalam kamar, ternyata sudah ada api di dalam kamar,” ujarnya.

Ia beserta anggota keluarga tak mengetahui di dalam kamar tersebut sudah ada api. Sebab, kamar itu pintunya tertutup. Karenanya, asap dan bau api tidak dirasakan Nanang dan keluarganya yang sedang berdiskusi hangat soal rencana pulang kampung ke Banjarmasin.

KEBAKARAN: Samarinda kembali berkobar. Setidaknya sembilan rumah dilahap si jago merah. Saksi mata memastikan, api berawal dari korsleting listrik.(FOTO-FOTO/MUBIN/METRO SAMARINDA)

Ia menceritakan, pertama kali api diketahui menantunya yang masuk dalam kamar. Pada saat membuka pintu, kepulan asap keluar dari kamar. Tak disangka, ternyata api sudah mulai menjalar ke kasur yang tidak jauh dari sumber api.

Nanang menyebut, awalnya api muncul di colokan Air Conditioning (AC) yang menempel di dinding. Tak lama kemudian, kabel meleleh dan menyemburkan api ke kasur yang tidak jauh dari colokan tersebut.

“Saya sempat menyiram api itu. Saya gunakan air yang ada di kamar mandi. Dua orang menantu saya yang perempuan membantu memadamkan api. Tetapi api sudah membesar. Jadi nggak bisa kami padamkan,” ungkapnya.

Karena api tidak bisa dipadamkan, Nanang beserta keluarganya memilih menyelamatkan diri. Mereka berhamburan keluar dari rumah. Saat berlari menyelamatkan cucunya, ia sempat terjatuh.

“Dalam keadaan terjatuh, saya terkena sambaran api. Saya tidak merasakan apa-apa. Tetapi saya masih sadar. Akhirnya saya menyelamatkan diri. Karena tidak lagi kuat, saya hanya mampu menyelamatkan anak-anak,” ujarnya.

Beruntung, Nanang beserta keluarganya bisa selamat. Namun rumah dan mobilnya hangus dilahap api. “Mobil terbakar karena kuncinya ada di dalam kamar. Saya tidak sempat mengambil kuncinya. Api sudah berkobar, jadi nggak bisa mengambil kunci mobil. Akhirnya ditinggal begitu saja di garasi,” ungkapnya.

Saat api sudah mulai membesar dan menjalar di sekitar rumah Nanang, pemadam kebakaran berdatangan memadamkan api. Karena berada di pemukiman padat penduduk, api dengan cepat menyasar di sembilan rumah.

Ketua RT 17, Suriansyah mengungkapkan, dirinya beserta petugas kecamatan akan segera mendata seluruh korban. Setelah itu, pihaknya akan mengusahakan penggalangan dana, baik dari masyarakat, kecamatan, maupun pemerintah kota.

“Dari data kami, ada sembilan rumah yang terbakar. Sedangkan satu rumah di depan gang tidak terbakar semua. Hanya bagian depan dan atapnya saja yang rusak. Kami akan data dulu semua kerugian, insyaallah setelah itu kami laporkan pada pemerintah kota,” ujarnya. (*/um/*/aj/drh)

Tags

Related Articles

Back to top button