Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Advertorial

Menteri ESDM Resmikan Excess Power PLTU KPC

SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) tak henti-hentinya memberi kontribusi pembangunan untuk Kutim. Kali ini, melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara, perusahaan tambang itu siap mengaliri listrik untuk Kutim.

PLTU Tanjung Bara di Sangatta Utara tersebut, diresmikan langsung oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di Tanjung Bara, Sangatta Utara, kemarin (8/3). Disaksikan pula oleh Wakil MPR Mahyudin,

Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, dan pejabat penting lainnya, serta ratusan tamu.

Ignasius Jonan sangat mengapresiasi KPC dalam upayanya meningkatkan kapasitas listrik Kutim dengan PLTU tersebut, yang bekerja sama dengan PT Citra Kusuma Perdana (CKP). Hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Foto Dhedy/Sangatta Post

Peresmian PLTU tersebut bersamaan dengan peresmian penyaluran excess power alias dari PLTU tersebut, untuk Kutim dari KPC via PLN. Juga, sekaligus meresmikan pabrik pakan ternak KPC yang dikenal dengan sebutan PESAT. Program pemanfaatan lahan pascatambang tersebut dibangun sejak 2009.

Ignasius sangat mendukung pembagian sepertiga dari 3×18 MW tersebut untuk masyarakat. Sebab, masyarakat menerima manfaat langsung dari program tersebut.

“Makanya saya datang. Karena, sepertiga dari 3×18 MW dijual ke PLN dengan harga yang kompetitif. Saya harap ke depannya KPC bisa membangun PLTU lagi dengan kapasitas lebih besar,” imbuh dia.

Dikatakannya, pihak KPC sempat mengusulkan kepadanya agar parusahaan tambang di Kutim maupun Kaltim bisa membangun PLTU mulut tambang masing-masing. Sebab, Kaltim sangat banyak memiliki batu bara, agar menjadi

hasil yang dapat dinikmati masyarakat. Dia menyatakan, sejauh ini sudah 62 persen rasio elektrifikasi di Kutim.

Kehadiran PLTU Tanjung Bara diharap membantu meningkatkan rasio tersebut. Harapan lainnya, pemkab sudah menargetkan agar tercapai 100 persen rasio elektrifikasi di Kutim, paling tidak pada 2019 bisa tercapai.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button