Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Sumur PDAM Keluar Pasir

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – PDAM Tirta Taman Bontang mendapati beberapa sumur bor milik mereka tidak mengeluarkan air. Ketika disedot, bukan air yang keluar, melainkan pasir.

Menanggapi hal tersebut,Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta warga berhemat menggunakan air bersih. Keluarnya pasir dari sumur lanjutnya, sebagai peringatan bagi warga agar jangan boros dalam menggunakan air bersih. “Tolong hemat air, karena ada beberapa sumur bor isinya bukan air, tetapi pasir,” jelas Neni, Senin (19/3) kemarin.

Fenomena ini kata dia, merupakan hal yang sangat memprihatinkan. Mengingat manusialah yang telah merusak lingkungan sekitar, sehingga persediaan air bawah tanah semakin berkurang. Neni menyebut jika masyarakat Bontang tidak menjaga lingkungan, maka dianggap orang yang paling berdosa. “Karena kita masih punya anak cucu yang harus hidup di masa yang akan datang, tetapi kita juga yang merusak lingkungan,” ujarnya.

Oleh karena itu Neni mengimbau, agar warga menyebarkan pesan ini dari mulut ke mulut. Agar pesan penting tersebut dapat tersampaikan ke seluruh masyarakat Bontang. “Inilah pesan saya kepada seluruh warga. Jaga lingkungan dan melestarikannya. Harus kita jaga dan harus kita bela,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Taman Suramin mengatakan, sumur bor yang masih terdapat kandungan lumpur dan pasir yakni satu sumur di Kanaan 3. Sedangkan satu lainnya yang berada di WTP Bhayangkara sudah diperbaiki. “Untuk sementara kami hentikan dulu, lalu kami masukkan kamera untuk melihat apa penyebabnya. Sekarang sudah diangkat pompa juga pipanya dan kami menunggu alat tersebut proses pengadaan,” ungkap dia.

Penyebab tersedotnya pasir dan lumpur di WTP Bhayangkara dikatakan Suramin, akibat pompa yang sudah mengalami kerusakan. Dan kerusakan tersebut bersamaan dengan sumur yang ada di Kanaan. “Kami masih dalam proses pengerjaan dan kajian karena ada kaitannya dengan alam juga, bukan hanya teknis. Hanya saja saya belum bisa memastikan sampai kapan karena pompanya jika dipaksa khawatir akan tambah rusak,” tukasnya. (mga)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca