Kaltim

WOW!!! Pengangguran Bejibun di Ibu Kota 

SAMARINDA – Angka pengangguran terbuka di Kota Tepian terbilang cukup tinggi. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Samarinda tahun 2017 mencatat ada 19.474 orang yang masuk kategori pengangguran terbuka di Kota Tepian.

Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Samarinda, Abdul Malik mengatakan, mereka yang masuk dalam kategori pengangguran terbuka tersebut termasuk pelajar dan ibu rumah tangga (IRT). Menurut dia, jika dibandingkan 2014 lalu, angka pengangguran terbuka di Ibu Kota Kaltim ini mengalami tren kenaikan.

“Pada 2015 lalu, angka pengangguran terbuka mencapai 20.442 orang. Sedangkan di tahun 2016, jumlahnya naik menjadi 19.975 orang. Sementara di 2017, jumlahnya turun menjadi 19.474 orang,” ungkap Malik ditemui Metro Samarinda di ruang kerjanya belum lama ini.

Dia menjelaskan, masih tingginya angka pengangguran terbuka di Samarinda bukan sekadar karena minimnya lapangan pekerjaan. Tetapi lebih dikarenakan ketidaksiapan sumber daya manusia (SDM) dengan lapangan kerja yang terbuka.

“Kalau lapangan pekerjaan sih banyak aja di Samarinda. Perusahaan banyak yang membuka lowongan. Misalnya perusahaan pertambangan ataupun perusahaan jasa dan swasta lainnya. Cuma SDM yang kita punya belum siap. Baik secara mental ataupun dari skill,” kata dia.

Ia menerangkan, bila melihat angka pencari kerja berdasarkan jenjang pendidikan di tahun 2017, jumlahnya mencapai 8.480 orang. Dengan rincian, tamatan Sekolah Dasar (SD) 170 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 377 orang, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 5.357 orang (selengkapnya lihat grafis).

“Data pencari kerja itu kami dapat dari jumlah mereka yang mengajukan pembuatan surat kartu kuning atau AK/1 pada kami. Dalam satu hari ada sekira 10 sampai 20 orang. Mereka kebanyakan tamatan SMA,” ungkapnya.

Adapun untuk angka kerja produktif di Samarinda sampai akhir 2017, jumlahnya tercatat sebanyak 8.284 orang pekerja. Mereka bekerja di berbagai bidang profesi. Dari teknisi, penata usaha, pekerja keterampilan bidang pertanian dan perikanan, hingga operator dan perakit mesin.

“Kebanyakan tenaga kerja yang menganggur di Samarinda karena terkendala keterampilan. Misalnya seperti keterampilan teknis. Makanya program pembinaan, pendampingam, dan pelatihan skill harus dikembangkan dan diperbanyak lagi ke depan,” tandasnya.

Sementara untuk data Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dalam tiga tahun terakhir di Samarinda terdata mengalami penurunan. Merujuk data tahun 2015 lalu, angka PHK di Samarinda mencapai 240 orang pekerja. Sedangkan di tahun 2016 turun menjadi 211 pekerja. Lalu di tahun 2017, jumlahnya kembali turun menjadi 190 pekerja.

“Pekerja yang telah di-PHK sebagian besar kami berikan pembinaan usaha secara mandiri. Seperti menjadikan mereka wirausaha. Pembinaan itu sekaligus untuk menekan angka pengangguran sebagai dampak dari gelombang PHK,” tutur Sekretaris Disnakertrans Samarinda, M Wahyono.

Diakui, pembinaan bagi pekerja yang telah di-PHK tidak berjalan lama. Pasalnya, minimnya alokasi anggaran yang dimiliki Disnakertrans Samarinda membuat program pembinaan terpaksa harus dihentikan. Terlebih pasca Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda terkena imbas defisit nasional selama tiga tahun terakhir.

“Kami sebenarnya punya banyak program pembinaan untuk kelompok usaha mandiri. Tapi kami sulit merealisasikannya karena terbentur minimnya anggaran. Yang satu program saja sudah disetop, apalagi mau menjalankan yang banyak,” pungkasnya. (*/aj/drh)

INFO GRAFIS

DATA PENCARI KERJA BERDASARKAN PENDIDIKAN

PENDIDIKAN             LAKI-LAKI     PEREMPUAN JUMLAH

SD                               119                   51                     170

SMP                             227                   150                   377

SMU                            3.594                1.763                5.357

Diploma                        371                   497                   868

Sarjana (S1)                  793                   894                   1.684

Magister (S2)                8                      13                     21

TOTAL                        5.112                3.368                8.480

Sember Data: Disnakertrans Samarinda tahun 2017

DATA TENAGA KERJA PRODUKTIF

PEKERJAAN                                      JUMLAH

Tenaga Profesional                                1.323 orang

Teknis                                                  1.087 orang

Penata Usaha                                       1.630 orang

Tenaga Usaha Jasa                               1.628 orang

Pekerja Pertanian dan Perikanan                        993 orang

Pekerja Kasar Terampil                         617 orang

Operator dan Perakit Mesin                   653 orang

Pekerja Kasar                                       351 orang

TOTAL                                                8.282 orang

Sumber Data: Disnakertrans tahun 2017

Tags

Related Articles

Back to top button