Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu Anggota Dewan, BK Bakal Panggil Bawaslu

SAMARINDA – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim berencana memanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Selasa (27/3) depan. Langkah itu sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan anggota DPRD Kaltim, Syarifah Masitah Assegaf (SMA).

Sidang tersebut akan diselenggarakan BK untuk meminta keterangan saksi, Bawaslu, dan terlapor. Sebelumnya dalam sidang perdana, BK telah menghadirkan terlapor.

“Sidang selanjutnya harus ada saksinya. Sidang pertama hanya menghadirkan Ibu Masitah sebagai terlapor. Nanti kami akan panggil saudara Galeh selaku Komisioner Bawaslu,” kata  anggota BK DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, Selasa (20/3) lalu.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut, pemanggilan komisioner Bawaslu tersebut dilakukan karena bersangkutan yang telah membuat laporan. “Tujuannya kami ingin meminta bukti dari Bawaslu,” katanya.

Menanggapi rencana itu, komisioner Bawaslu Kaltim, Hari Dermawan menuturkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan undangan dari badan yang diketuai Dahri Yasin tersebut. Meski begitu, Bawaslu mengapresiasi langkah BK menindaklanjuti aduan pengawas pemilu.

“Harapan kami sidang ini mempengaruhi sikap anggota dewan dalam menggunakan kewenangan atau jabatannya. Mungkin peristiwa ini dianggap hal biasa, tetapi dalam konteks pelaksanaan pemilu, ini sebagai upaya menegakkan aturan pemilu,” katanya.

Hari menegaskan, Bawaslu telah menyediakan alat bukti untuk disampaikan dalam sidang BK tersebut. Pasalnya sebelum Bawaslu menyampaikan laporan di BK, pihaknya sudah terlebih dulu memanggil saksi, terlapor, dan HM Syahrun selaku Ketua DPRD Kaltim.

“Kalau memang kami akan dipanggil, kami akan mempersiapkan diri untuk datang. Kami akan menggelar bukti-bukti yang kami punya. Baik yang dari Paser maupun bukti yang sudah kami kumpulkan,” ucapnya.

Barang bukti yang dimaksud, lanjut dia, adalah spanduk dan foto Masitah ketika melakukan reses di Kabupaten Paser. Bukti tersebut sudah dikonfirmasi bahkan dibenarkan terlapor dan sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh Bawaslu.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button