Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

P3KA Rayakan Anniversary Ke-1

Published

on

Dibaca normal 3 menit

BONTANG – Perkumpulan Perempuan Peduli Kanker dan Aids (P3KA) menggelar perayaan ulang tahunnya yang pertama. P3KA merupakan perempuan-perempuan yang tergabung di berbagai organisasi dan memiliki kepedulian terhadap penderita kanker. Mereka bergerak tanpa bantuan pemerintah, sehingga dalam anniversary-nya yang ke-1 ini, diharapkan dukungan dari Pemkot Bontang di segala kegiatannya.

Acara yang digelar di Halaman Parkir Kenari Waterpark itu rencananya diawali dengan jalan sehat. Namun karena cuaca tak bersahabat, maka jalan sehat pun tidak terlaksana. Kendati demikian, rangkaian acara lainnya dapat terlaksana dengan baik. Seperti senam bersama, pembukaan, sambutan, pemotongan tumpeng, pembacaan doa, pemberian santunan kepada penderita kanker, pelayanan IVA, Pap smear dan Sadari, serta pembagian doorprize.

Ketua P3KA Bontang, Dwi Siswarini mengatakan tema perayaan HUT P3KA Bontang yang ke-1 ini ialah “Kami Peduli Kami Berbagi”. Selama ini, Rini –sapaan akrabnya- mengatakan pihaknya melakukan setiap kegiatan P3KA secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah. Oleh sebab itu, melalui dinas terkait, Rini mengharapkan bisa difasilitasi. “Karena kendala kami saat ini ialah dana dan data,” jelas Rini, di Kenari Waterpark, Minggu (25/3) kemarin.

Kata dia, acara perayaan HUT ke-1 P3KA ini terselenggara atas inisiatif dan dukungan dari beberapa sponsor perusahaan, mulai dari PT Badak, Laz Yaumil, PT KDM, PAMA, dan lainnya. Rini berharap dari kegiatan tersebut ke depannya bisa berjalan sesuai yang diharapkan. “Di sini kami juga mendatangkan beberapa pasien kanker karena secara simbolis akan diberikan bantuan sedikit dari kami sebagai bentuk kepedulian kami terhadap penderita kanker. Setelah itu juga mereka akan memberikan testimoni bahwa penyakit kanker itu jika diketahui dini bisa disembuhkan,” ungkapnya.

Untuk di Bontang, lanjut dia, memang rata-rata yang ditemukan sudah stadium lanjut. Itu merupakan hasil pemeriksaan yang dia alami sebagai seorang petugas medis alias bidan. Rata-rata para pasien takut diketahui penyakitnya, padahal kanker bisa terdeteksi sejak dini dan bisa disembuhkan. “Insyaallah bisa disembuhkan jika dengan penanganan tepat, agar tidak sampai kematian, tetapi banyak yang kami tangani sudah stadium lanjut, makanya kami mohon izin agar pemerintah bisa men-support. Terima kasih kepada dr Indri yang selalu support kami sehingga kami menjadi kuat,” ujarnya.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement