Bontang

7 Ribu Jiwa Kena Dampak Banjir

BONTANG – Dampak bencana banjir November 2017 lalu begitu hebat. Betapa tidak, berdasarkan data dari lima kelurahan, sebanyak 7.292 jiwa terkena dampak bencana tersebut (selengkapnya lihat grafis).

Kelurahan Api-Api tercatat korbannya terbanyak. Lurah Api-Api Andiga Mufti Kuswardani menyebut korban banjir di wilayahnya mencapai 3.500 jiwa. Ia mengusulkan kepada Pansus Penanganan Banjir, guna memperlancar aliran air maka perlu penurapan sungai.

“Dua meter Sungai Bontang dan 500 meter Sungai Siagian belum diturap. Ini saya kira perlu dikerjakan,” ucap Andiga saat menghadiri rapat dengan Pansus Penanganan Banjir, Selasa (17/4) malam.

Sementara, Lurah Gunung Telihan Viki Rizqi Riadis mengatakan, banjir di 2017 merupakan bencana terparah. Sebanyak 1.970 jiwa di 13 RT Kelurahan Gunung Telihan terendam. “November 2017 itu yang terparah karena kecepatan air tidak terduga,” kata Viki.

Ia meminta ada langkah penanganan banjir segera. Pasalnya, bila tidak ditangani maka akan membahayakan kesehatan warga. Tahun 2016 jumlah kasus demam berdarah di kelurahan Gunung Telihan merupakan yang tertinggi di Bontang dengan total 5 orang meninggal dunia.

Hal senada disampaikan Lurah Kanaan Deddy Steven Marpaung. Ia menyebut banjir akhir tahun 2017 lebih parah dibandingkan Maret tahun ini. Tercatat 367 jiwa harus mencari tempat aman dikarenakan kediamannya dikepung air.

“Bukan banjir saja, tiga ekor buaya juga berada di sekitar rumah warga. Dikarenakan air sungai tidak sanggup menampung debit air,” ucap Deddy.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Edi Ronting menyatakan, langkah normalisasi dipandang wajib segera dilaksanakan. Dijelaskannya, daya tampung Sungai Bontang mencapai 5.000 meter kubik. Bila hujan tiba maka volume air sekitar 6.000 meter kubik.

Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan Sungai Bontang. Akibat adanya sedimen pasir yang terbawa dari hulu. “Rekomendasi DPKPP untuk dilakukan normalisasi sebelum dilakukan penurapan,” ucap Edi.

Terpisah, Ketua Pansus Banjir Bakhtiar Wakkang meminta setiap rekomendasi dari kelurahan maupun Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) untuk diserahkan kepada pansus. Durasi penyerahan maksimal dua pekan. “Ini supaya menjadi bahan kami untuk mengkaji lebih lanjut,” tukas Bakhtiar. (ak)

JUMLAH KORBAN BANJIR NOVEMBER 2017

Kelurahan               Jumlah Korban
Gunung Telihan      1.970 jiwa
Kanaan                         367 jiwa
Satimpo                        255 jiwa
Api-Api                      3.500 jiwa
Gunung Elai             1.200 jiwa
TOTAL                         7292 jiwa

Sumber: 5 kelurahan yang terdampak banjir

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button