Polri Usut Pidana Minyak Tumpah Pertamina di Balikpapan

Mabes Polri menyatakan insiden tumpahan minyak mentah milik PT. Pertamina (Persero) di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, ada tanda-tanda mengarah kepada tindakan pidana. Menurut mereka dugaan itu muncul karena insiden tersebut mengakibatkan terbakarnya satu kapal kargo pengangkut batu bara, MV Ever Judger, sehingga mengakibatkan lima korban jiwa.

“Indikasi (pidana) ada, baik sengaja mau pun tidak. Tapi yang mesti kami pastikan unsur-unsur yang betul masuk unsurnya. Tidak sengaja tapi mengakibatkan orang mati ada korban loh ini,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (22/4).

Setyo mengatakan ada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah mengirim tim penyidik ke Balikpapan buat menyelidiki dugaan pidana itu. Hal itu juga buat membantu pihak Polda Kalimantan Timur dalam melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait perkara itu.

“Jadi siapa pun akan dikejar, siapa yang bertanggung jawab,” kata Setyo.

Meski begitu, Setyo enggan menjelaskan pihak-pihak diduga lalai dalam insiden di Teluk Balikpapan itu. Ia mengatakan penyidik masih memerlukan keterangan tambahan dari saksi dan ahli sebelum menetapkan tersangka.

“Banyak nanti yang dimintai keterangan. Karena ada korban harus kita kejar siapa yang bertanggung jawab,” ujar dia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan Pertamina lalai, dari aspek lingkungan hidup, dalam mengantisipasi tumpahan minyak di perairan Teluk Balikpapan.

Saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada 16 April lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan menemukan dokumen lingkungan Pertamina tak mencantumkan pengaturan alur pelayaran kapal supaya menghindari pipa minyak bawah laut.

“Dokumen lingkungan tidak mencantumkan kajian perawatan pipa,” kata Siti.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept