Kaltim

Jelang Ramadan, Harga Wajib Stabil 

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan perhatian serius terhadap kesiapan bahan pokok dan kestabilan harga barang menjelang Ramadan. Selasa (24/4) kemarin, Pemkot Samarinda melakukan rapat koordinasi khusus dengan berbagai stakeholder terkait untuk membahas masalah tersebut.

Pada rapat di kantor Balai Kota Samarinda kemarin, Pemkot Samarinda mengundang sejumlah pihak terkait. Seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Selain itu ada juga dari kepolisian, Satpol PP, Kejati hingga pihak PLN.
Pada kesempatan itu, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda, Zairin Zain mengingatkan agar semua stakeholder terkait bisa membantu pemerintah melakukan pengawasan berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat. Terutama menjelang Ramadan yang jatuh pertengahan Mei mendatang.

Selain itu, pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim ini mewanti-wanti, agar para pedagang dan produsen barang tidak sembarangan dalam menaikan harga sembako. Apalagi saat bulan puasa dan menjelang lebaran nantinya.

Dia tidak ingin masalah klasik kenaikan harga sembako hingga kelangkaan seperti yang kerap terjadi pada Ramadan sebelum-sebelumnya kembali terjadi di bulan puasa tahun ini. Menurut Zairin, pedagang tidak boleh sembarangan menaikan harga sembako. Sebab, sudah ada aturan yang mengatur tentang penetapan harga.

“Saya ingin, jangan sampai menjelang puasa ada kenaikan harga. Saya imbau semua produsen maupun para penjual di pasar, jangan seenaknya menaikan harga,” seru Zairin.

Lebih lanjut Zairin meminta semua instansi terkait di lingkungan Pemkot Samarinda saling berkoordinasi dan bersinergi. Hal tersebut dirasakan penting agar memudahkan pemerintah melakukan pengawasan harga sembako di pasar. Terutama untuk memastikan ketersediaan sembako.

Pada rapat itu, Zairin juga menekankan tiga poin penting yang perlu jadi perhatian. Melalui pertemuan itu, perlu dilakukan antisipasi terhadap persediaan dan lonjakan harga-harga bahan pokok. Meningkatkan sosialisasi sebagai upaya antisipasi terhadap musibah kebakaran. Termasuk mengambil langkah siaga menjelang peringatan hari buruh internasional 1 Mei 2018.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan ibadah puasa bisa berjalan aman. Harga sembako stabil. Serta antar umat beragama bisa menjaga toleransi dan keharmonisan,” tuturnya.

Meski begitu, Zairin memastikan ketersediaan stok berbagai barang kebutuhan pokok di Kota Tepian aman selama bulan puasa. Begitu pun dengan harga barang saat ini, ia menilai masih cukup stabil dan terjangkau masyarakat.

“Harga barang boleh saja naik. Tapi harus ada dasar dan faktor yang jelas. Makanya kami mengingatkan supaya setiap pedagang tidak sembarangan menaikan harga barang. Kalaupun masih ada pedagang nakal, tentu akan kami kenakan sanksi nantinya,” ucapnya.

Zairin menyebut, untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan, pemerintah dibantu pihak keamanan terus memantau harga di pasar. Begitu pula dengan barang-barang yang masuk di sejumlah pasar di Samarinda.

Tak hanya itu, Zairin juga mengingatkan PLN agar memastikan kesiapan listrik selama Ramadan. Dia tidak ingin sampai ada pemadaman. Apalagi sampai pemadaman bergilir. Juga dengan pelayanan air bersih oleh PDAM. “Saya ingin, pelaksanaan ibadah puasa bisa berjalan baik dan tanpa ada hambatan berarti,” harapnya. (*/aj/drh)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button