Breaking News

Terkait Pengukuran Tanah Jembatan 2 Sangatta Selatan, BPN Minta Legalitas

SANGATTA – Dinas Pekerjaan Umum (DPU)  Kutim sebelumnya melaporkan jika Badan Pertanyaan Nasional (BPN) Kutim, enggan melakukan pengukuran tanah untuk jembatan 2 lokasi Sangatta Selatan. Alasannya, legalitasnya belum jelas. Apakah masuk kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) atau enclave.

Hal ini dibenarkan oleh BPN. Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah (Kasi HTPT) BPN Kutim, Subardi menyatakan saat ini pihaknya belum dapat mengambil tindakan lebih jauh. Sebelum, status di Sangatta Selatan sudah jelas. Tentu saja, harus dibuktikan dengan legalitas.

“BPN masih menunggu hasil (pengukuran keliling di Sangatta Selatan) dari BPKH. Nantinya, BPKH menyerahkan hasilnya ke Pemkab. Kemudian kami  tunggu dari Pemkab. Mungkin salah satunya berupa peta deliniasi.  Intinya statusnya kami tunggu,” kata Subardi.

Karena katanya,  hal ini masalah penting. Perlu kejelasan.  Tak dapat sembarangan mengambil tindakan. Walaupun pihaknya harus dipaksa.  Jika semua rampung,  BPN siap kapanpun melakukan pengukuran. Seperti halnya di lokasi Sangatta Utara. Sangatta Utara sudah selesai.

“Kami juga sudah ditelpon dari Pemkab. Status kami nunggu saja. Kalau Sedah jelas, sertifikat bisa diproses.  Kalau sudah selesai deliniasi dari BPKH,  kami pasti siap. BPN sudah siap jika sesuai dengan tata ruang,” katanya.

Sebelumnya,  DPU melaporkan jika Sangatta Selatan belum dapat digarap untuk pembangunan  Jembatan Sangatta 2. Pasalnya,  legalitas tanah masih dipertanyakan. Masuk enclave atau TNK. BPN butuh kejelasan.

“Kalau di Sangatta Utara sudah diukur. Tidak ada masalah. Sudah didata. Yang di Sangatta Selatan BPN tidak mau,” kata Kepala DPU Kutim,  Aswandini Eka Tirta.

Bupati Ismunandar mengaku jika tanah di kawasan pembangunan jembatan sudah masuk dalam enclave.

“Setahu saya sudah (enclave). Jangan sampai yang sedikit itu membatalkan. Suratnya (kepastian) disusuri lagi.  Pastikan penegasan batas,” pinta Ismu.

Katanya,  semua tak masalah.  Hanya permasalahan kecil. Semua dapat diatasi. Pastinya,  pembangunan jembatan Sangatta 2 akan segera dibangun. Scepatnya.

“Jadi tidak ada masalah.  Kami sudah minta untuk mengurus masalah ini. Karena warga sudah minta secepatnya di pancang,” katanya.

Timbulnya isu jembatan setelah Camat Sangatta Selatan,  Hasdiah kembali mengungkitnya. Katanya,  warga meminta secepatnya dibangun jembatan. Pasalnya,  jika banjir,  warga tak dapat kemana-mana.

“Kami minta percepatan jembatan. Karena kalau banjir,  kita tidak bisa kemana mana. Kita terisolir. Mau ke Sangatta Utara tidak bisa. Karena semua banjir. Mau lewat Kampung Kajang banjir,  lewat Patung Burung banjir,” keluhnya. (dy)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button