oleh

Klaim Kaltim Aman dari Teroris

SAMARINDA – Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya yang menewaskan 18 orang pada Minggu (13/5) lalu di tiga gereja, ternyata tidak membawa dampak bagi Kaltim. Pasalnya, hingga kini Bumi Etam diklaim aman dari tindak terorisme.

Wakapolda Kaltim, Kombes Pol Ade Y Suryana menuturkan, kesimpulan tersebut terungkap setelah kepolisian Kaltim terus memantau perkembangan di masyarakat. “Sampai detik ini Kaltim aman dan kondusif. Kami berharap ada dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menciptakan kondisi keamanan seperti ini,” ujarnya, Senin (14/5) lalu kepada Metro Samarinda.

Ade mengimbau, masyarakat tidak perlu takut dengan adanya tindakan terorisme. Sebab tujuan utama teroris yakni menciptakan ketakutan. Ketika perasaan tersebut muncul di tengah-tengah masyarakat, maka tujuan teroris sudah tercapai.

“Jadi kami harapkan masyarakat tidak takut. Namun tetap waspada. Tentunya kami akan terus meningkatkan pengamanan masyarakat melalui patroli,” bebernya.

Terkait masih adanya indikasi penyebaran teroris di Kaltim setelah pulangnya 500 warga negara Indonesia di Suriah, Ade memastikan, pihaknya sudah melaksanakan fungsi pencegahan dan pengamanan. Menurutnya sudah ada upaya preventif oleh kepolisian sehingga intelijen berusaha mengidentifikasi semua potensi ancaman

Namun demikian, sekuat apapun kepolisian, tidak akan mampu mengamankan wilayah Kaltim tanpa adanya bantuan masyarakat. Semua pihak harus ikut andil untuk berperan aktif melawan terorisme.

“Masyarakat harus aktif melaporkan apabila ada orang-orang yang tidak kenal, orang asing, dan mereka yang mencurigakan. Harus segera dilaporkan pada ketua RT, petugas, dan aparat keamanan,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menegaskan, dirinya mengecam keras aksi teror yang terjadi secara beruntun di tiga gereja yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Dia mengajak masyarakat memerangi dan menghentikan aksi terorisme di Indonesia.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares