Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Lewat APBD Perubahan, Gaji Guru Honorer Bakal Naik

SAMARINDA – Polemik menurunnya gaji guru honorer di seluruh SMA/SMK negeri yang tidak sesuai standar Upah Minimun Provinsi (UMP) mendapat tanggapan DPRD Kaltim. Dipastikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan Kaltim 2018, gaji guru honorer di SMA/SMK negeri disesuaikan standar UMP.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub, Rabu (23/5) lalu. Jika sebelumnya rata-rata gaji guru honorer hanya Rp 1,5 juta. Maka di APBD Perubahan nanti akan ditingkatkan menjadi Rp 2,2 juta.

“Nanti akan ada tambahan Rp 700 ribu. Sehingga totalnya Rp 2,2 juta. Itu standar gajinya. Jadi mulai tahun ini tidak lagi di bawah UMP,” ungkapnya.

Dia menyebut, dana untuk gaji ribuan guru honorer tersebut diambil dari anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim. Sebelumnya, besaran gaji guru honorer tersebut sudah disepakati Disdik dan DPRD Kaltim.

“Dananya sudah ada. Itu diambil dari alokasi anggaran Disdik. Tahapannya, nanti kami ubah dulu nomenkaltur anggaran. Mudah-mudahan bulan Juli sudah mulai dianggarkan. Target kami paling lambat bulan Agustus,” jelasnya.

Diberitakan, perwakilan guru honorer Kaltim, Wahyudin membeberkan pada 2017, gaji guru honorer, pegawai Tata Usaha (TU), dan sekuriti disamakan, yakni Rp 1,5 juta per bulan. Namun akhir tahun lalu, para guru mengusulkan kenaikan gaji.

Dalam usulan itu, para guru meminta supaya gaji guru honorer, pegawai TU, dan sekuriti dapat dibedakan. Terutama dari jenjang pendidikan seperti gaji guru honorer lulusan D3, D4, S1, S2, hingga pegawai TU dan sekuriti.

“Usulan itu bermaksud menciptakan keadilan bagi guru honorer di semua jenjang pendidikan. Tetapi nyatanya tidak demikian, malah kebijakan ini membawa masalah baru,” ujar Wahyudin, belum lama ini.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button