Bontang

9.830 Petasan Diamankan Polisi

BONTANG – Sebanyak 9.830 butir petasan berhasil diamankan petugas keamanan wilayah Loktuan pada Sabtu (26/5) malam lalu. Hal tersebut membuktikan bahwa masih ada pedagang kembang api yang diam-diam menjual petasan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan Bripka Ahmad Bajuri mengatakan, pada Sabtu malam lalu pihaknya menggelar razia petasan di wilayah Loktuan. Hal tersebut dilakukan demi menciptakan keamanan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah. “Petasan ini menjadi salah satu penyakit masyarakat (pekat) makanya kami rutin menggelar Operasi Pekat dengan sasaran premanisme, gepeng, miras, petasan, balapan liar, sajam, hingga video porno,” jelas Bajuri, Minggu (27/5) kemarin.

Kata dia, razia dilakukan mulai pukul 21.00 Wita. Bhabinkamtibmas bersama Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Loktuan juga dari Polsek Bontang Utara menyisir sepanjang Jalan RE Martadinata. Dari sekian banyak pedagang, terdapat satu pedagang berinisial MK yang menjual petasan dengan ketersediaan sebanyak 9.830 butir. “Atas tindakannya itu, kami menyita semua petasan yang tersedia dan memusnahkannya, sementara penjualnya kami beri surat peringatan,” ujarnya.

Belum genap sepekan dari razia sebelumnya, pihak keamanan wilayah Loktuan sudah berhasil kembali menggasak penjual kembang api yang terbilang “nakal”. Penyitaan dan pemusnahan dikatakan Bajuri dilakukan untuk menjaga Bontang tetap dalam keadaan aman dan kondusif dari berbagai gangguan Kamtibmas. Tak hanya itu, selama bulan Ramadan ini, aparat keamanan juga ingin memberikan ketenangan dan kekhusyukan dalam beribadah bagi umat Muslim. “Razia kembang api ini dilakukan selama bulan Ramadan karena masih banyak pedagang yang sembunyi-sembunyi menyediakan petasan untuk dijual,” ungkapnya.

Padahal, lanjut dia, petasan itu sangat berbahaya apalagi jika dimainkan oleh anak-anak. Mengingat dalam petasan terdapat bahan peledak. Tidak sedikit juga korban petasan yang harus merasakan sakit luka bakar akibat petasan. “Bukan hanya bagi penggunanya, petasan juga dapat membayakan bagi orang lain,” terang dia.

Oleh sebab itu, Bajuri mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak meminta uang untuk beli kembang api namun ternyata dibelikan petasan. “Pengawasan orang tua harus lebih ditingkatkan, jangan sampai anak-anak kita terluka akibat petasan,” tandasnya.

Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti meminta para Bhabinkamtibmas aktif merazia para pedagang kembang api, terutama mereka yang nakal menyediakan petasan. “Petasan dan mercon dilarang diedarkan, sehingga diharapkan para penjual sadar tanpa perlu kami beri peringatan,” pungkasnya.(mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button