Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Polemik Pasar Pawa Indah Harus Diselesaikan

“Padahal sudah ada pemenangnya, tetapi belum bisa dikerjakan karena penggugat harus membayar uang sekian miliar untuk eksekusi. Ini seharusnya didoakan agar pembangunan Pasar Rawa Indah tidak terkendala lagi,”

Neni Moerniaeni Wali Kota Bontang

BONTANG – Permasalahan Pasar Rawa Indah belum menemukan titik temu. Padahal anggaran dan pemenang proyek sudah siap untuk melanjutkan pembangunannya. Oleh karena itu Wali Kota Bontang meminta Kepala Pengadilan Negeri (PN) Bontang yang baru dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang untuk segera menyelesaikannya. Neni menegaskan agar permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan. Sehingga pihaknya meminta pendampingan kepada Kejari Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, sengketa lahan Pasar Rawa Indah sudah mendapat putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) yakni dimenangkan oleh Pemkot Bontang. Meski demikian, pihak penggugat yakni warga pemilik lahan yang dinyatakan kalah harus membayar dulu biaya perkara yang tidak sedikit. “Pasar Rawa Indah seharusnya sudah dibangun. Dananya sudah siap. Pemkot sangat komitmen terhadap pembangunan di Bontang,” jelas Neni di acara penyambutan Kepala PN Bontang yang baru, Senin (28/5) lalu.

Namun demikian, untuk Pasar Rawa Indah pihaknya masih terkendala karena ada lahan yang disengketakan. “Padahal sudah ada pemenangnya tetapi belum bisa dikerjakan karena si penggugat harus membayar uang sekian miliar untuk eksekusi. Ini seharusnya didoakan semua agar pembangunan Pasar Rawa Indah tidak terkendala lagi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Neni meminta kepada kepala PN Bontang dan Kajari Bontang agar mencari solusinya. Karena Neni merasa kasihan kepada para pedagang di Pasar Rawa Indah Sementara yang kepanasan dan kebanjiran jika hujan deras. “Saat saya monitoring harga pasar mereka mengeluh panas dan semacamnya, ini seolah dipolitisir pemerintah tidak komitmen pada pembangunan,” bebernya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button