oleh

Dari Keusilan Mencoret Dinding Jalanan, Sukses Lahirkan Brand Lokal  Mengenal Anak Komunitas WKT Samarinda 

Pasti asyik ya, punya hobi yang bisa mendatangkan nilai ekonomis. Nongkrong bareng sampai buka usaha bareng. Nah, itulah yang dilakukan anak-anak WKT. Dari menggambar hingga akhirnya bikin brand sendiri, yaitu Local Youth.

DEVI NILA SARI, Samarinda

Mural atau grafiti merupakan seni anak jalanan yang biasanya ditorehkan di atas dinding sebagai kanvas. Kanvas ini bisa jadi dinding rumah orang, pagar rumah maupun tembok-tembok di pingir jalan. Intinya semua dinding datar yang bisa digambar ulang.

Grafiti biasa dikategorikan sebagai perilaku vandalisme anak jalanan yang merusak fasilitas umum dengan coretan-coretan yang tidak jelas. Nah, anak-anak grafiti ini juga ada di Samarinda. Di kota yang terkenal akan banjirnya ini, masyarakat masih awam akan keberadaan mereka. Namun, ternyata di sini ada komunitas grafiti paling besar se-Kaltim. Sebut saja mereka WKT.

KARYA JALANAN: Salah satu gambar grafiti WKT di bawah jembatan Jalan Muso Salim Samarinda.(DEVI/METRO SAMARINDA)

WKT adalah nama komunitas anak-anak penggambar grafiti yang ada di Kota Tepian. WKT merupakan kepanjangan dari Wadah Kita Tekumpul. Kenapa memilih nama tersebut, selaku juru bicara WKT, Arma Febrian menuturkan, awalnya mereka suka ngumpul di bawah jembatan Muso Salim.

Di sana ada penjual stiker yang mirip dengan penyanyi kenamaan Wiz Khalifa sehingga tempat mereka biasa nongkrong tersebut diberi nama WKT atau tempat/kawasan Wiz Khalifa. Namun, lambat laun kepanjangan dari singkatan tersebut diubah menjadi Wadah Kita Tekumpul. “Agar lebih familiar pas didengar orang,” ujar Arma kepada Metro Samarinda, Jumat (1/6) lalu.

Komunitas yang berdiri sejak 2012 ini awalnya hanya beranggotakan 11 orang, namun seiring berjalannya waktu, kini komunitas anak pecinta grafiti tersebut memiliki anggota hingga 50 orang.

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
loading...