oleh

RAMADAN BULAN PERSAUDARAAN Oleh Subhan  Al Banjari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Timur  

Ramadan selalu diedentikkan dengan bulan umat Islam. Hal itu tentu sah-sah saja karena memang di bulan Ramadan ini setiap dirinya yang mengaku Muslim diwajibkan untuk melakasanakan ibadah puasa di mana pun dia berada, baik di negara yang pendududknya mayoritas muslim seperti Indonesia ataupun ketika dia berada di tengah komunitas non muslim, kewajiban itu tetap dilaksanakan.

Adalah pemandangan yang sangat menarik ketika kita melihat fenomena Ramadan di Indonesia. Seperti kita ketahui, republik ini secara yuridis, mengakui keberadaan agama-agama sebagaimana yang sudah tercantum dalam UUD 45, dan setiap pemeluk agama itu diberikan kebebasan untuk melakansakan ajarannya. Faktanya meskipun Ramadan itu kegiatan rutin tahunan umat untuk menjalankan kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya, namun rupanya Ramadan juga sangat membawa manfaat (berkah) bagi umat diluar Islam.

Secara ekonomi, sudah menjadi pemandangan umum setiap Ramadan tiba, banyak sekali muncul pasar-pasar dadakan yang khusus hanya menjual menu takjil (menu berbuka). Menu-menu  yang dijual ini, bisa kita nikmati mulai dari yang bernuansa lokal sampai kepada selera nusantara. Ini artinya, sadar atau tidak kita semua sudah diajarkan bahwa kita ini hidup disebuah negara yang multi entis dengan keragaman makanan yang luar biasa banyaknya.

Disisi lain, para pembeli di pasar-pasar Ramadan, teranyata bukan hanya orang Islam. Setiap orang dari suku dan agama apapun tidak ada halangan untuk belanja menu makan dari yang ringan sampai berat. Sehingga kalau kita perhatikan ternyata juga banyak sekali saudara-saudara kita yang tidak beragama Islam juga merasakan betapa nikmatnya hidup di bulan Ramadan, karena bisa menikmati makanan yang jarang atau tidak ditemukan di luar bulan Ramadan.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...