Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Gunakan Kendaraan Rongsok, 4 Karyawan KPC Ciptakan Mobil Listrik 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

HEBAT, empat karyawan Kaltim Prima Coal (KPC) menciptakan mobil listrik. Mereka adalah Sahirul Alim (Supt Component Management), Eko Prasetyo (Planner Maintenance), Suhud Maryanto (Coordinator Component Management), dan Oldwan Ferdalis (Specialist Maintenance Training).

Mobil listrik yang diberi nama ‘Motrik’ itu berasal dari mobil rongsok yang sudah jadul. Yakni kendaraan Chevrolet Blazer dengan nomor lambung LS500. Mobil warna hitam tersebut sudah tak dapat digunakan. Karena lahirnya ide kreatif anak bangsa di Kutim, terciptalah Motrik tersebut. Kerangka mobil lawan itulah yang digunakan untuk Motrik.

Motrik ini satu-satunya di Kutim. Bahkan Kaltim. Perdana diciptakan oleh anak-anak muda binaan Kaltim Prima Coal dibawah Wiwin Sujati, Manager Excavator Maintenance, sebagai Project Manager.

Hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat, kendaraan yang dapat menampung lima orang tersebut berhasil diciptakan. Nyaris sempurna.

Pada bulan Februari 2016, motrik telah berhasil melalui test drive untuk pertama kalinya dengan rute Swarga Bara- Aquatic Tanjung Bara. Dalam test drive tersebut masih ditemukan beberapa kekurangan sehingga tim terus melakukan penyempurnaan.

Setelah melalui serangkaian pengujian dan persetujuan, rencananya mobil listrik ini akan digunakan untuk operasional harian di Divisi Mining Support Division/M6.

“Dari hasil uji coba kami, daya baterai mampu bertahan hingga 40 kilo meter. Kalau habis, hanya membutuhkan tiga jam untuk mengecas,” ujar Sahirul Alim salah seorang pencetus motrik ini.

Tentu saja, inovasi ini tidak berhenti sampai disini saja. Akan tetapi terus disempurnakan. Diantaranya, memasang solar sell di atas kendaraan, dan memberikan AC. Selebihnya sudah standar. Tak ada masalah termasuk keamanan.

“Jadi motrik ini merupakan cita-cita KPC. Cita-cita kami. Makanya kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Walaupun harus menyisakan waktu luang. Ya, kami hanya mengerjakan sabtu dan minggu. Makanya sampai satu tahun. Tetapi alhamdulillah misi kami berhasil,” jelas Sahirul.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments