Bontang

Penambahan SMP Negeri Belum Mendesak 

BONTANG – Gaung penambahan sekolah negeri tingkat menengah pertama telah disuarakan oleh legislator di akhir tahun lalu. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) belum ingin merealisasikannya di tahun ajaran ini.

Kasi Kurikulum SMP Disdik Saparuddin mengatakan, penambahan SMP negeri membutuhkan pertimbangan yang matang. Mengingat yang terjadi sebelumnya juga mendapat penolakan dari berbagai pihak. “Sepertinya belum untuk penambahan sekolah negeri di tahun ini,” kata Saparuddin.

Dikatakannya bila dipaksakan, nantinya akan berdampak pada keberlangsungan sekolah swasta. Saat ini jumlah SMP swasta di Kota Taman mencapai 34 sekolah. Tersebar di tiga kecamatan yakni Bontang Utara, Bontang Selatan, dan Bontang Barat.

“Tentunya kalau ada penambahan, jumlah murid yang masuk sekolah swasta akan berkurang, itu yang kami jadikan pertimbangan juga,” ujarnya.

Tak hanya itu, bilamana terdapat sekolah yang tidak sampai 20 siswa di tiap rombongan belajar (rombel) maka akan digabungkan dengan sekolah terdekat. Secara langsung ini akan berdampak pada nasib tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut yakni pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami tahu mereka cari nafkah di situ, jadi tidak mungkin lah kami ganggu ladang pencarian mereka,” tuturnya.

Demi menyelamatkan sekolah swasta, Disdik pun juga tidak memakai kuota siswa di tiap rombel secara maksimal di SMP negeri. Dalam peraturan pemerintah tertuang standar pelayanan maksimal (SPM), satu rombel dapat diisi 36 siswa. Namun, Disdik hanya menerapkan angka 34 siswa di tiap rombel.

Tahun ini, jumlah peserta didik baru yang bakal masuk tingkat SMP ialah 3.196 siswa. Sementara daya tampung SMP negeri yakni 1.530 siswa. Artinya 1.666 calon siswa akan diperebutkan oleh SMP swasta.

Sebelumnya diberitakan, salah satu anggota DPRD mengusulkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membangun gedung sekolah di dekat area SDN 010 Bontang Utara. Hal ini akibat aspirasi warga yang disampaikan kepada Arif saat menggelar reses.

Alasan pemilihan Bontang Utara disebabkan saat ini masih hanya satu sekolah di lokasi tersebut, yakni SMPN 1 yang terletak di Bontang Kuala. Oleh karena itu dibutuhkan sekolah satu lagi yang nantinya berlokasi di kelurahan Gunung Elai. Tujuannya untuk mengakomodir warga di Gunung Elai, Perum Bukit Sekatup Damai,  Api-Api,  dan Satimpo.

“Warga mengatakan faktor jarak menjadi keluhan warga. Karena sekolah terdekat saat ini ialah di Bontang Kuala (SMPN 1) dan Gunung Telihan (SMPN 4),” kata Arif. (ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button