Bontang

KM Tidar Tak Bisa Masuk Bontang

BONTANG – PT Pelni menyebut Pelabuhan Loktuan masih belum memadai. Pasalnya, untuk kapal di atas GT 2.000 ke atas layaknya KM Tidar, tak bisa bersandar di Pelabuhan Umum Loktuan. Pernyataan PT Pelni ini berkaitan dengan permintaan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang yang mengusulkan penambahan armada kapal penumpang yang lebih besar.

PT Pelni pusat melalui Kepala Cabang Pelni Balikpapan yang membawahi wilayah Samarinda dan Bontang, Yohanes Bane mengatakan, apa yang dikatakan Kadishub Bontang bahwa KM Queen Soya milik Pelni, hal itu dibantahnya. “Queen Soya itu milik swasta, bukan Pelni,” jelasnya.

Sementara Pelni memang hanya menyediakan satu armada saja di Bontang untuk angkutan mudik Lebaran. “Di Bontang hanya satu kapal yang disediakan dari Pelni, tetapi untuk mengantisipasi membludaknya penumpang maka disediakan dua kali keberangkatan,” jelas Yohanes, beberapa waktu lalu.

KM Binaiya yang disediakan di Bontang pun rutenya yakni Bontang-Awerange-Pare Pare-Makassar. Yohanes mengatakan, permintaan Kadishub Bontang terkait KM Tidar dan KM Kambuna, juga tak dapat dilakukan. Mengingat KM Kambuna sudah lama diserahkan ke angkatan laut kurang lebih 10 tahun lalu. Sementara KM Tidar memiliki GT 2.000, sedangkan kapal dengan GT 2.000 tidak bisa sandar di Pelabuhan Umum Loktuan. “Walaupun beliau (Kadishub Bontang, Red.) meminta, itu tidak bisa masuk karena kondisi pelabuhan yang tak memadai,” ujarnya.

Termasuk dermaga yang tidak bisa menampung kapal GT 2.000 dengan panjang 149 meter dan kedalaman laut sekitar 6 meter. “ KM Binaiya jika singgah di Bontang seperti menggantung. Jadi karena pelabuhan yang belum memadai, dan dermaga yang tidak bisa menampung GT 2.000,” ungkapnya.

Tetapi, kepedulian dari Pelni, karena awalnya hanya satu keberangkatan, saat ini ditambah dua kali keberangkatan. Sedangkan untuk KM Egon memang sedang jadwal dock. Dalam peraturan Menteri Perhubungan, untuk mudik kapal harus dalam kondisi bagus berlayar. “Apalagi berlayar dari wilayah Bontang ke pulau lain, makanya tidak bisa dipaksakan berlayar jika sudah masuk jadwal dock,” pungkasnya. (mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button