Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Bantu Perekonomian Warga Hingga Juni 2018, Rp 47,7 Miliar Klaim Terbayarkan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Bontang turut mempengaruhi roda perekonomian masyarakat Bontang. Hal ini terlihat dari cukup besarnya klaim yang terealisasi pada semester pertama di 2018. Bahkan, klaim jaminan hari tua (JHT) mencapai Rp 45,4 miliar hingga 29 Juni 2018.

Sedangkan klaim jaminan kematian (JKM) mencapai Rp 1 miliar lebih. Sementara untuk jaminan pensiun mencapai Rp 643 juta. Untuk pembayaran jaminan kecelakaan kerja (JKK) telah dibayarkan lebih dari Rp 700 juta pada 78 kasus kecelakaan. Sehingga jika ditotal, seluruh klaim di BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 47,7 miliar.

Hal tersebut dikemukakan Agus Hariyanto Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Bontang. Ia menjelaskan, sebanyak Rp 45,4 miliar pembayaran klaim JHT telah dicairkan kepada masyarakat Bontang. Tentu, pekerja yang telah mencairkan saldo JHT dapat memanfaatkan untuk modal usaha atau menutup kebutuhan sehari-hari hingga mendapat pekerjaan baru.

“Sehingga tidak memberatkan beban pemerintah daerah karena bertambahnya masyarakat miskin di wilayahnya. Melalui pencairan JHT, dapat mempengaruhi roda perekonomian masyarakat Kota Taman,” terangnya.

Agus menambahkan, karena keuangan pemerintah yang masih defisit serta penurunan harga batu bara masih terasa dampaknya pada pertumbuhan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan di Bontang. Sehingga perluasan cakupan kepesertaan difokuskan pada sektor perkebunan dan usaha kecil menengah (UKM) dan pekerja informal (pedagang, petani, nelayan, dan setiap pelaku ekonomi mandiri).

Seperti kata pepatah “sedia payung sebelum hujan” hendaknya setiap kepala keluarga yang menjadi tulang punggung keluarga menyadari betapa pentingya perlindungan risiko sosial dan ekonomi. Ia mencontohkan, seorang pekerja mengalami musibah kecelakaan kerja, meninggal atau terputusnya pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sebab lainnya. Sehingga tidak ada lagi pendapatan.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca