Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Advertorial

Ubah Persepsi Negatif soal Sampah 

SANGATTA- DPD KNPI Kutai Timur (Kutim) membuat terobosan lewat kegiatan launching 1070 Relawan dan Seminar Nasional Lingkungan Hidup, yang akan digelar, Rabu (11/7) di Gedung Serba Guna (GSG). Diharapkan filosofi pentingnya menjadikan lingkungan tempat tinggal warga menjadi bersih, sehat, dan asri, melalui campur tangan seluruh elemen masyarakat, dapat diwujudkan khususnya di Sangatta. Sehingga daerah ini menjadi lebih indah dan nyaman.

Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Irwan Fecho saat jumpa pers bersama rekan media cetak maupun elektronik di bilangan restoran makan Jalan Yos Sudarso, Senin (9/7) didampingi Ketua DPD KNPI Munir, Sekretaris Arham, dan Bendahara Felly Lung. Dikatakan Wakil Ketua Bidang Lingkungan DPD KNPI itu, kegiatan ini berdasarkan Renstra atau strategi yang telah ada. Untuk aplikasinya dibagi dalam hitungan terperinci dan fokus.

“Untuk pengurangan sampah sebesar 30 persen dan 70 persen pengelolaan, termasuk di mana mengubah presepsi masyarakat terhadap sampah itu sendiri. Persepsi masyarakat terhadap sampah perlu diubah. Artinya mulai dari cara memilah-milah sampah, mengurangi penggunaan kantung plastik, hingga kemudian turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Ditambahkan Irwan, adapun relawan lingkungan hidup selain bertindak memberikan contoh nyata di lapangan juga memberikan pengetahuan mengenai pola penanganan sampah rumah tangga dengan cara yang baik dan benar. Konsep ke depan pengelolaan sampah selain melibatkan relawan lingkungan hidup, juga menggerakkan halte atau semacam tempat sampah yang terpilahkan, namun aplikasinya didukung oleh pemerintah.

“Rencana ada membuat koperasi sampah yang berfungsi sebagai tempat penukaran sampah dengan nominal rupiah. Nah, nanti dikerjasamakan alias di MoU (Memorandum of Understanding, red) dengan pihak PT KPC (Kaltim Prima Coal). Yakni, bagaimana produk hasil sampah basah berupa sisa makanan menjadi kompos dan pupuk, dapat dibeli oleh pihak perusahaan untuk menjadi bahan utama reklamasi lahan pasca tambang,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button