Breaking News

Pembunuh Orang Utan Divonis Ringan

BONTANG – Masih ingat dengan kasus pembunuhan orang utan di Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Februari lalu? Saat diautopsi, tim forensik menemukan 130 peluru tertanam di tubuh orang utan nahas tersebut.

Kasusnya kini menemui babak akhir. Pengadilan Negeri (PN) Kutim menetapkan keempat terdakwa yakni Andi (37), Rustam (37), Muis (36), serta Nasir (55) bersalah, dan divonis 7 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Menanggapi vonis tersebut, Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP), Ramadhani sebut hasil vonis yang diberikan pengadilan dianggap terlalu ringan. Dhani pun merasa kekhawatiran tidak adanya efek jera bagi pelaku maupun masyarakat lainnya.

“Selain itu, Hakim juga tidak mempertimbangkan efek kerugian nilai dari upaya pelestarian orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK) yang dilakukan sudah sejak lama,” ungkapnya, Rabu (11/7) kemarin.

Semestinya lanjut dia, Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dipandang sebagai UU yang sangat penting.

“Karena UU tersebut untuk menjaga keberlangsungan konservasi di Indonesia, terutama bagi satwa-satwa langka dan dilindungi oleh negara,” ujarnya.

Dikatakan Dhani, kasus pembunuhan orang utan yang mendapat vonis rendah, juga terjadi di PN Buntok, KalimantanTengah. Kasus pembunuhan orang utan yang ditemukan tanpa kepala di Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah itu terjadi 30 Januari 2018. Polres Barito Selatan menetapkan 2 tersangka atas kasus tersebut. Pada 14 Mei 2018 PN Buntok menyatakan kedua tersangka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan.

“Namun denda atas perkara tersebut sangat ringan yakni Rp 500 ribu subsider 1 bulan. Ini tentu hukuman yang ringan bagi mereka, dan kami anggap tidak seimbang dengan tewasnya satu orang utan,” terang dia.

Namun demikian, COP tetap mengucapkan terima kasih atas kerja cepat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan orang utan. (mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button