oleh

Gubernur Baru, Innalillahi…

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Itulah ucapan duka yang dikatakan Isran Noor apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur Kaltim periode 2018-2023. Sebagaimana yang diungkapkannya di hadapan awak media dan juga kala debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Alasan mengucapkan kalimat duka tersebut, karena sang mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu merasa mendapat amanah yang berat untuk membawa Kaltim menuju kesejahteraan, menuju Kaltim yang lebih baik.

Sebaliknya, apabila tidak terpilih, Isran bakal berujar “Alhamdulillah” karena tidak mendapatkan amanah yang berat tersebut. Kenyataannya, secara mengejutkan sang Putra Sangkulirang itu mampu membuat mengalahkan para pesaingnya untuk menggantikan Awang Faroek Ishak memimpin Bumi Etam.

Ya, 27 Juni lalu rakyat Kaltim telah memberikan suaranya dalam memilih pemimpin. Hasilnya, Isran menempati peringkat teratas sesuai hasil rekapitulasi suara resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Maka sudah dapat dipastikan Isran bersama pasangannya, Hadi Mulyadi memimpin Kaltim dalam periode lima tahun mendatang.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Sebagaimana yang diungkapkan Isran, tanggung jawab yang berat kini berada di pundaknya untuk membangun Kaltim. Melihat berbagai problem yang terjadi di Kaltim, tentu bukan hal yang mudah bagi Isran dan Hadi untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan yang adil dan merata dengan visi “Kaltim Berdaulat” yang diusung.

Serangkaian pekerjaan rumah telah menanti Isran. Mulai dari polemik pertambangan batu bara, kesejahteraan tenaga honorer, hingga masalah klasik ibu kota, banjir di Samarinda. Memimpin Kaltim pun bukan lagi sekadar memimpin satu atau dua daerah, melainkan juga semua daerah yang berada dalam cakupan provinsi ini.

Isran tak bisa lagi hanya memikirkan Kutim yang menjadi tanah kelahirannya. Tak bisa pula hanya memikirkan Samarinda sebagai ibu kota, atau mungkin daerah-daerah kaya semacam Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar). Melainkan, semuanya, 10 kabupaten/kota di Kaltim harus mendapat perlakuan dan perhatian yang sama.

Bagikan berita ini!
  • 7
    Shares
loading...