Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Penembak Bontang Kurang Perhatian Berangkat Modal Nekat, Wakili Indonesia di Asian Games XVIII

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Apresiasi tak sebanding dengan prestasi. Itulah ungkapan yang tepat menggambarkan nasib olahragawan menembak Bontang, Dwi Firmansyah. Di satu sisi, dipercaya membawa panji Merah-Putih namun di sisi lainnya tak diberi kucuran dana yang optimal. Praktis, ia berangkat menuju Palembang nantinya berbekal dana seadanya.

Posisi tegap sembari menempelkan popor laras panjang mendekati pipi. Berhenti sejenak, mata fokus melihat titik sasaran dengan cermat. Pelatuk pun ditarik seketika, diakhiri dengan hembusan nafas. Itulah yang dipratikkan Dwi Firmansyah, atlet menembak yang berasal dari Bontang saat latihan.

Kepada Bontang Post, Senin (16/7) kemarin, Dwi mengaku dalam waktu dekat akan menuju Palembang, venue menembak di Asian Games XVIII. Ia akan berlaga di nomor 50 meter Three Position (tiga posisi, Red.). Segala persiapan telah dilakukan mulai kesiapan fisik hingga secara finansial.

Sayangnya ada sedikit kekecewaan menyelimuti sanubari Dwi terkait dengan keberangkatannya, dari sisi bantuan dana. Pasalnya, hingga kini perhatian dari Pemprov Kaltim sangat minim. Padahal Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) telah menginformasikan jika pendanaan atlet ditanggung oleh masing-masing provinsi.

“Ini berangkat modal nekat karena hobi saya menembak, jadi saya merasa terpanggil harus berangkat,” kata Dwi.

Menurutnya, saat ini Pemprov Kaltim hanya mengucurkan bantuan Rp 5 juta. Teknis pengelolaan dana tersebut dibebaskan kepada atlet bersangkutan untuk mengaturnya. Jumlah tersebut dirasa sangat minim oleh Dwi dikarenakan ada beberapa aspek yang harus ia tanggung selama pelaksanaan. Mulai dari akomodasi, biaya sehari-hari, hingga pembelian sarana latihan.

Pria keturunan Jawa ini mengatakan, selama ini Pemprov Kaltim selalu berteriak untuk urusan target. Namun saat atlet melakukan persiapan mereka terkesan cuek.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments