Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Pahamkan Kredit Pelaku UKM dan Koperasi  Diskop-UMKM Gelar Sosialisasi

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Permasalahan klasik, yakni berupa dana sering menjadi kendala para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Mereka mengakui bahwa hal tersebut menjadi permasalahan utama untuk mengembangkan usaha.

Berkaitan dengan hal ini, sebagai upaya untuk menambah wawasan akses permodalan dan pengatahuan masalah perpajakan kepada koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kutim bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Bontang dan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sangatta menggelar Sosialisasi Perkreditan dan Perpajakan di Aula Diskop-UKM Kutim, Rabu (18/7).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah. Hadir dalam kegiatan itu, Pimpinan Bank BNI Cabang Bontang Lailatul Kodar, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bontang Windu Kumoro, Kepala Diskop-UKM Kutim Muhammad Husaini, 40 pelaku UKM dan 5 Koperasi yang ada di Kutim.

Sekda Irawansyah pada kesempatan itu berharap melalui sosialisasi tersebut, para pelaku UKM benar-benar dapat memahami bagaimana cara mengajukan bantuan modal kepada bank.

“Saat ini mungkin kita hanya tahu kredit, tapi tidak tahu bagaimana mendapatkan kredit dan syaratnya. Untuk itulah hari ini disosialisasikan, sehingga semua bisa mengetahuinya cara mendapat kredit dan menggunakannya,” kata Sekda.

Modal tersebut lanjut Irawansyah, harus benar – benar digunakan untuk kegiatan produksi, bukan lainnya. Misalnya kalau modalnya untuk usaha jangan memperbaiki rumah, tentu modalnya akan habis. Di samping itu, tujuan pemerintah memberikan pinjaman kemudahan ini, supaya roda perekonomian berjalan.

“Karena kita tahu, seperti disampaikan dari Kantor Palayanan Pajak tadi, bahwa lebih dari Rp 2.000 triliun digunakan negara untuk pembiayan pembangunan dan sektor yang paling besar adalah pajak,” tuturnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca