oleh

LHO!!! Dana Miliaran Tak Masuk Kasda?  Akibat Perusda MBS Tak Penuhi Kewajiban 

SAMARINDA – Absennya Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) dalam memenuhi kewajiban pengelolaan usaha, membuat anggaran miliaran rupiah tidak dapat masuk dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD) Perubahan Kaltim 2018.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tahun 2017, Muspandi menyebut, terdapat aturan yang belum dijalankan perusahaan berpelat merah tersebut. Sehingga dana sebesar Rp 8,8 miliar tidak dapat masuk dalam kas daerah (kasda).

“Kalau misalnya HPL (Hak Pengguna Lain) ke HGB (Hak Guna Bangunan) ini bisa segera dilaksanakan, tentunya dividen bagi perusahaan itu akan lebih besar. Dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga akan lebih banyak,” ungkapnya.

Dalam evaluasi LKPj Pemprov tersebut, DPRD Kaltim juga mengevaluasi kinerja perusda lainnya. Salah satunya pengelolaan PT Migas Mandiri Pratama (MMP). Khususnya participating interest (PI) perusahaan tersebut dalam mengelola Blok Mahakam.

“Tetapi itu nanti akan dibahas secara khusus. Saya belum bisa sampaikan apa saja yang berkaitan dengan evaluasi kinerja perusahaan ini. Karena sekarang pansus juga sedang bekerja,” tuturnya.

Dia memastikan, pihaknya akan berusaha untuk mendalami kinerja perusahaan tersebut. Termasuk memastikan pasal-pasal dalam aturan yang mendorong PT MMP untuk mengelola PI.

“Harus ada pendalaman yang sekiranya menjadi temuan-temuan itu. Karena ini menyangkut kinerja perusahaan yang harus kami dorong untuk menambah pendapatan daerah,” katanya.

Terkait lifting minyak dan gas Blok Mahakam yang sedang mengalami penurunan secara drastis, pansus tersebut tidak membahasnya. Pasalnya, pansus masih konsen membahas temuan-temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Temuan BPK dulu yang kami bahas. Ada juga realisasi anggaran. Dalam beberapa waktu ini, itu yang kami mau dalami dulu. Setelah itu, baru kami sasar yang lain,” ucapnya.

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares