Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Maksimalkan Program “Ketok Tular,” Perlu Dukungan Anggaran 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Diluncurkannya program “Ketok Tular” yang diinisiasi oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3), Syarifuddin, SE., M.Si menjadi inovasi positif dalam upaya mewujudkan pegawai yang suka berbagi ilmu, suka berbagi keterampilan, serta saling peduli dan amanah dalam bekerja.

Meski demikian, untuk maksimalnya program ini tentunya perlu dukungan anggaran dari Pemkot Bontang. Karena dalam program ini, tidak cukup hanya pentahapan (Milestones) jangka pendek saja, namun juga perlu adanya pentahapan (Milestones) jangka menengah guna meningkatkan SDM pegawai dan melaksanakan pelatihan “Ketok Tular” Tahap II.

Syarifuddin mengatakan, pada pelatihan “Ketok Tular” Tahap II memang harus lebih ekstra dengan menggugah seluruh pengawai yang ada untuk mau belajar meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya. Selain itu juga harus mengajak pegawai yang sudah bisa, untuk mau mengamalkan dan membagikan ilmu keterampilan yang dimiliki kepada pegawai lainnya.

“Untuk itu, akan disiapkan sarana dan waktu dengan mengajak seluruh pegawai untuk ikut dalam program Ketok Tular ini. Teknisnya belajar dua jam dalam tiap bulan secara bergantian, atau memakai opsi mendatangkan pemateri dari luar,” ucapnya.

Jika pentahapan (Milestones) jangka menengah terwujud dengan baik dan berkesinambungan kata Syarifuddin, maka otomatis pentahapan (Milestones) jangka panjang akan mudah dan lancar.  Sehingga tujuan akhir dari program “Ketok Tular” dapat tercapai dengan baik. Yaitu terwujudnya kelancaran dalam melaksanakan tugas, karena didukung adanya sarana prasarana yang baik dan kemampuan mengoperasikan hasil dari mengikuti pelatihan “Ketok Tular”.

“Harapannya bisa menjadi pilot project bagi instansi lain. Selain itu bagi pegawai DKP3, dapat terwujudnya kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN, Red.) untuk mengikuti pelatihan minimal selama 20 jam per tahun,” pungkasnya. (bbg).

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments