Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Pekan Depan Tim Wasev Irjenad Akan Kunjungi Bontang  Pantau Pelaksanaan TMMD ke-102 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev), Mayor Jenderal TNI Johny Lumban Tobing pekan depan dijadwalkan akan mengunjungi Bontang. Kedatangan pria yang juga menjabat sebagai Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad) itu dalam rangka meninjau serangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke 102 di wilayah Kodim 0908/BTG.

“Dijadwalkan beliau beserta rombongan akan berada di Bontang pada 26-28 Juli 2018. Serangkaian jadwal kunjungan maupun penyambutan pun hingga saat ini terus kami persiapkan,” ujar Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono.

Berdasarkan jadwal yang telah direncanakan, kedatangan mantan Pangdam VI/Mulawarman beserta rombongan tersebut akan tiba Kamis (26/7) sore di Bandara Badak LNG. Selanjutnya Jumat (27/7), rombongan akan melakukan peninjauan langsung ke tiga lokasi pembangunan fisik TMMD, dan pada Sabtu (28/7), rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta. Untuk memaksimalkan persiapan kedatangan Tim Wasev, Kodim 0908/BTG bersama Pemkot dan stakeholder terkait juga telah melakukan rapat bersama di Makodim, Rabu (18/7) lalu.

Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini akan dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, menyasar penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan. Adapun kegiatan non fisik, terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (bbg)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments