oleh

Mudahkan Permodalan UMKM, Berharap Pajak Meningkat Salah Satu Solusi Pemkab Atasi Defisit Keuangan

SANGATTA – Hingga saat ini, Pemkab Kutim masih didera defisit keuangan.  Mengatasi hal itu, tahun ini pemkab mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan permodalan melalui berbagai arah. Dengan harapan pajak ikut meningkat.

Sekda Irawansyah menjelaskan, pemkab membantu permodalan kepada UMKM berharap dapat mendorong roda ekonomi daerah. Harapannya, setelah masyarakat lebih mudah berdagang, pajak turut mengalami peningkatan.

“Sebab, Rp 2 ribu triliun untuk pembiayaan Negara, sebagian besar dari sektor pajak. Makanya pajak harus  digerakkan. UMKM bisa bergerak, dan kami berharap peranannya (UMKM) membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Irawansyah usai membuka acara sosialisasi perkreditan dan perpajakan UMKM dan koperasi di Kantor Diskop UMKM, kemarin.

Kepala Kantor Pajak Pratama Bontang, Windu Kumoro mengatakan, pada intinya pajak merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi. Diharap perputaran ekonomi di Kutim meningkat supaya sektor pajak meningkat.

Kalau dampak UMKM di Kutim belum signifikan, itu karena  didominasi mineral dan batu bara (minerba) yang dikuasai perusahaan.

“Kami harap perusahaan terus berjalan. Begitupun dengan UMKM juga terus berjalan. Hal itu berdampak pada bagi hasil dari pusat ke daerah,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Menengah (Diskop UKM) Kutim, Muhammad Husaini menyatakan, pihaknya melapangkan kuota. Yakni, sekira 150 kuota dalam program agraria nasional (prona) dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Itu diperuntukkan kepada UMKM di Kutim tahun ini.

Hal itu demi membantu pelaku UMKM agar dapat memperoleh permodalan, melalui pinjaman dana dari perbankan. Pemkab Kutim pun bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), memberikan peluang pelaku usaha untuk mendapatkan prona sertifikat tanah tempat usaha.

Berbagai upaya dilakukan Diskop UKM untuk memberdayakan pelaku usaha, Selain memberikan pendampingan mengembangkan usaha, ditambah lagi, kemudahan akses kelembagaan keuangan perbankan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...