Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Pensiun Dini Menanti Sopir Angkot Akibat Sepi Penumpang, Setoran Harian Kerap Tak Terpenuhi

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA– Ratusan sopir yang mengemudikan angkutan kota (angkot) di Samarinda mengeluhkan minimnya pendapatan yang peroleh setiap harinya. Ironinya, hasil yang didapatkan bahkan tidak cukup untuk setoran harian pada pemilik angkot. Atas dasar itu, para sopir kerap kali mendapat ancaman dihentikan oleh pemilik kendaraan.

Sedikitnya terdapat 425 taksi A yang masih bertahan di sejumlah terminal Samarinda. Artinya sebanyak itu pula jumlah sopir yang bakal terancam dirumahkan atau gulung tikar, seiring tidak terpenuhinya setoran harian pada pemilik angkot.

Kondisi itu dialami Muhammad Sahrir (42). Dia mengaku, pendapatan sopir angkot sudah menurun sejak 2005. Bahkan selama dua tahun terakhir pemasukan dirinya dan para sopir lainnya kian terjun bebas.

“Bertahan hidup saja susah sekarang. Untuk setor saja, kadang dapat. Kadang juga enggak dapat. Tapi mau bagaimana lagi, mau tidak mau harus dijalani,” ungkapnya, Kamis (19/7) kemarin.

Kata Sahrir, setiap hari dirinya mengantar penumpang sebanyak lima hingga enam kali dari Terminal Sungai Kunjang menuju Samarinda Kota dan sekitarnya. Jika beruntung, setiap hari Sahrir bisa mengumpulkan uang Rp 100 ribu.

Dia mengisahkan, pada 2000 lalu, jumlah penumpang tak mampu dilayani hanya dengan satu sopir. Bekerja sekira pukul 06.00 Wita hingga siang hari, sedikitnya Sahrir dapat mengumpulkan uang Rp 250 ribu.

“Dulu satu angkot sopirnya dua orang. Kami gantian karena saking banyaknya penumpang. Mau dapat uang Rp 100 ribu, kerjanya hanya main-main saja. Kalau sekarang, mau dapat segitu itu sulit,” kata Sahrir.

Dari pendapatan tersebut, Sahrir diwajibkan menyetor pada pemilik angkot Rp 50 ribu. Artinya setelah mengisi bahan bakar, dirinya dapat membawa pulang Rp 150 ribu.

“Itu dulu yah. Kalau sekarang, sering dapat Rp 70 ribu. Padahal kan kami wajib setor Rp 100 ribu sama bos. Kalau dapatnya di bawah itu, ya kami yang harus keluarkan uang sendiri,” bebernya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments