oleh

Stok Kosong, Harga Daging Ayam Naik

SAMARINDA – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Samarinda lagi-lagi melonjak naik. Dari yang sebelumnya Rp 35 ribu per ekor, kini mencapai Rp 50 ribu per ekornya.

Hal ini diungkapkan salah seorang penjual daging ayam di Pasar Pagi Jalan Jenderal Sudirman, Mei, Sabtu (21/7) kemarin. Ia mengatakan kenaikan harga ini dikarenakan minimnya stok sejak beberapa hari terakhir. “Stok daging ayam kosong, makanya harganya naik,” tutur dia sembari membersihkan lapak jualan.

Mei memaparkan, kurangnya stok daging ayam telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Hanya saja dalam pekan ini, stok daging ayam benar-benar kosong sehingga harganya jadi melambung tinggi.

Terpisah, salah seorang pedagang ayam di Pasar Segiri, Sri mengatakan, tidak mengetahui secara pasti alasan mengenai kurangnya stok daging ayam dalam beberapa hari terakhir ini. Ia hanya menyebut, bisa jadi kenaikan harga daging ayam ini dikarenakan harga pakan ayam yang naik. Sehingga mempengaruhi stok dan harga di pasaran.

“Yang saya dengar harga pakan ayam naik. Bisa jadi hal ini mempengaruhi stok yang kosong,” ujar Sri.

Harga daging ayam yang dijual di salah satu pasar tradisional di Kota Tepian ini pun bervariatif. Harga daging ayam paling kecil yang biasanya dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per ekor, kini harganya menjadi Rp 33 ribu. Sedangkan harga daging ayam dengan ukuran lebih besar yang biasanya dibanderol dengan harga Rp 60 ribu per ekor, kini harganya mencapai Rp 80 ribu.

Menurut pantauan media ini, walaupun stok berkurang, namun rata-rata pedagang di Pasar Segiri masih bisa berdagang karena stok masih ada. Tidak seperti di Pasar Pagi, sekira pukul 10.00 Wita beberapa pedagang daging ayam terlihat membersihkan lapaknya karena dagangan telah habis. Tidak ada lagi daging ayam yang bisa dijual.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share