Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Zohri dan PR Olahraga Kita

Published

on

Dibaca normal 8 menit

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post

KEBERHASILAN Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia lari 100 meter menjadi bahan pembicaraan nasional belakangan ini. Selain karena prestasi membanggakan, remaja asal Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menjadi pembicaraan karena berbagai hal yang menyelimuti kesuksesannya di kejuaraan atletik dunia U-20 yang berlangsung di Finlandia tersebut.

Mulai dari polemik bendera Polandia yang dikenakan Zohri, hingga kehidupannya di NTB dengan rumah yang memprihatinkan. Termasuk jelang pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia, Agustus mendatang. Yang pasti, medali emas yang diraih Zohri memunculkan kembali harapan bagai para pemuda dan pemudi Indonesia untuk meraih prestasi tingkat dunia.

Di satu sisi, keberhasilan Zohri menjadi semacam peringatan bagi pemerintah untuk bisa lebih serius dalam menggerakkan olahraga. Karena dengan jumlah penduduk yang begitu banyaknya bila dibandingkan negara-negara lain, Indonesia menyimpan begitu banyak pula bibit-bibit para atlet yang bisa membanggakan bangsa.

Sayangnya dari pandangan saya selaku jurnalis, apa yang dilakukan pemerintah dalam membangun kekuatan olahraga di pentas dunia masih belum maksimal. Banyak hal yang bisa dijadikan rujukan kenapa upaya pemerintah yang seakan masih setengah hati dalam kegiatan olah tubuh nan positif bagi generasi bangsa ini.

Mulai dari anggaran pembinaan, perhatian kepada para atlet, hingga minimnya fasilitas dan turnamen yang digelar. Sosialisasi terhadap jenis-jenis olahraga kepada generasi muda pun saya rasa masih perlu banyak digenjot. Karena yang terlihat di permukaan, masyarakat hanya mengenal olahraga-olahraga bersifat kelompok seperti sepak bola, basket, bola voli, atau badminton. Padahal masih banyak olahraga yang bisa ditekuni, bisa saja membawa nama baik bagi Indonesia.

Perhatian kepada generasi muda merupakan hal yang harus dilakukan untuk bisa mewujudkan generasi-generasi emas atlet olahraga. Karena bila saya mengamati pembinaan olahraga di luar negeri sana, tepatnya pada negara-negara yang kerap berprestasi di turnamen-turnamen olahraga kenamaan, semuanya diawali dari pembinaan para atlet dari tingkat usia paling muda. Contoh saja negara-negara besar di bidang olahraga seperti Amerika Serikat atau Tiongkok.

Sebelumnya1 dari 6 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments