Bontang

ATCS Dibanderol Rp 954 Juta 

BONTANG – Pengadaan Area Traffic Control System (ATCS) sudah masuk tahapan evaluasi dokumen kualifikasi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang. Alat yang berfungsi mengatur waktu sinyal di persimpangan jalan ini dibanderol Rp 954 juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukardi mengatakan, nantinya ada tujuh titik yang akan dipasang komponen dari ATCS. Meliputi simpang tiga Rumah Sakit Islam Bontang, simpang tiga Jalan Letjen S Parman (Bontang Plaza), simpang tiga Jalan Cipto Mangunkusumo (ex Pupuk Raya), simpang tiga Jalan Ahmad Yani (Kenari Waterpark), simpang empat Jalan HM Ardans, simpang empat Bontang Baru (Rumah Sakit Amalia), dan simpang empat Bontang Kuala.

“Sementara tujuh titik yang akan dipasang di pengadaan kali ini,” kata Sukardi.

Nantinya sekira 18 titik lainnya akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. Menurut Sukardi, jika dikalkulasi ATCS membutuhkan anggaran sejumlah Rp 1,7 miliar. Namun karena keterbatasan anggaran maka pengadaannya dilakukan secara bertahap.

“Pengadaan ini bertahap, sisanya bisa jadi di anggaran tahun depan,” ungkapnya.

Namun, pengadaan ATCS ini tak dilengkapi dengan pengadaan Closed Circuit Television (CCTV). Sukardi berujar pembelian alat perekam gambar di lapangan tersebut akan masuk dalam tahap selanjutnya. “CCTV nanti, dinikmati dulu yang ada karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dishub juga menyiapkan suatu ruangan khusus untuk kontrol ATCS. Bangunan baru di Terminal Bontang menjadi salah satu pilihan. Konon, Dishub Bontang telah meminta kepada Dishub Kaltim untuk penggunaan ruangan tersebut. Mengingat kewenangan pengelolaan terminal saat ini telah diambil alih oleh provinsi.

Saat ini proses lelang sedang berlangsung. Total sebanyak 15 kontraktor menjadi peserta dalam pengadaan barang ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sukardi mengatakan pemenang akan diumumkan pada 28 Agustus nanti.

“28 Agustus sudah kelihatan siapa pemenangnya. Tentunya kontraktor pemenang yang pakar dalam hal kelistrikan dan teknologi komputer. Bukan yang ahli bangunan terus bisa memenangkan tender ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, ATCS terdiri atas lima komponen yaitu server, wall map, local controller (pengontrol persimpangan), CCTV dan vehicle detector. Server berfungsi sebagai pusat operasional untuk memonitor dan mengontrol kondisi lalu lintas dari seluruh persimpangan dalam satu area. Sementara wall map memiliki peran menyediakan informasi status dan kondisi dari local controller. (ak)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button